Larangan Penjualan Baju Bekas Impor di Indonesia, Masyarakat Perlu Tahu Tiga Dampak Hal Ini

Purwokerto

Minggu, 19 Maret 2023 | 15:42 WIB
Larangan Penjualan Baju Bekas Impor di Indonesia, Masyarakat Perlu Tahu Tiga Dampak Hal Ini
Ilustrasi pembeli yang memilih baju bekas impor. ((Foto. Unsplash.com - Becca Mchaffie))

PURWOKERTO.SUARA.COM – Baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas melarang penjualan baju bekas impor. Keberadaan bisnis baju bekas impor dianggap bisa mengganggu industri tekstil dalam negeri.

Padahal di tengah naik daunnya bisnis berburu pakaian bekas atau thrifting di kalangan anaka muda, larangan ini pun menuai pro kontra. Berikut rangkuman terkait pandangan soal larangan baju bekas impor dari sisi medis.

Diakui Penjualan baju bekas impor kembali menjadi topik perbincangan, terutama dari sisi medis. Sebagian orang memandang bahwa baju bekas impor bisa menjadi sumber penyakit dan infeksi. Namun, pandangan ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Pada dasarnya, baju bekas impor dapat membawa risiko penularan penyakit, terutama jika baju tersebut tidak diproses dengan benar sebelum dijual kembali. Banyaknya jumlah orang yang menggunakan baju tersebut, terutama jika baju tersebut belum dicuci, dapat memicu penyebaran berbagai jenis infeksi.

Beberapa penyakit yang dapat ditularkan melalui pakaian bekas, antara lain kutu, tungau, dan jamur. Penularan kutu terutama berpotensi terjadi jika baju tersebut belum dicuci dengan benar sebelum dijual kembali.

Tungau, yang dapat menyebabkan gatal-gatal dan iritasi pada kulit, juga dapat menyebar melalui pakaian bekas. Sedangkan, jamur dapat berkembang biak pada baju bekas yang lembab.

Selain itu penjualan baju bekas impor dapat memberikan dampak negatif ekonomi yang terkait dengan penjualan baju bekas impor:

1. Bersaing dengan Produk Lokal

Namun, dampak ekonomi yang terkait dengan penjualan baju bekas impor juga dapat merugikan industri tekstil dalam negeri.

baca juga

Penjualan baju bekas impor dapat mengurangi permintaan terhadap produk tekstil lokal, sehingga industri tekstil dalam negeri bisa kehilangan pangsa pasar dan merugi.

2. Memiliki Potensi Menimbulkan Ketimpangan Sosial

Penjualan baju bekas impor bisa menguntungkan bagi pedagang atau pengepul yang memperdagangkan barang tersebut.

Namun, di sisi lain, dampak ekonomi yang terkait dengan penjualan baju bekas impor juga dapat menimbulkan ketimpangan sosial. Pasalnya, penjualan baju bekas impor lebih banyak diambil oleh pedagang besar yang memiliki modal besar, sedangkan pengumpul kecil kecilan tidak bisa bersaing.

3. Dapat Memicu Penjualan Barang Ilegal

Penjualan baju bekas impor juga memiliki potensi untuk memicu perdagangan barang ilegal. Karena tidak semua barang bekas impor yang dijual memiliki izin edar dan dapat memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Oleh karenanya pemerintah dapat mengambil langkah-langkah seperti memperketat peraturan dan pengawasan, agar penjualan baju bekas impor tidak berdampak ekonomi kerakyatan.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengalaman tak Mengenakkan Jokowi di Blora, Dilewatkan Jalan Rusak hingga Tempat Acara Becek

Pengalaman tak Mengenakkan Jokowi di Blora, Dilewatkan Jalan Rusak hingga Tempat Acara Becek

Purwokerto | Selasa, 14 Maret 2023 | 10:26 WIB

Hanya Warga Blora yang Berani? Pilih Tempat Becek untuk Menyambut Presiden Jokowi

Hanya Warga Blora yang Berani? Pilih Tempat Becek untuk Menyambut Presiden Jokowi

Purwokerto | Minggu, 12 Maret 2023 | 22:38 WIB

Momen Ibu Petani Girang Usai Salaman dengan Prabowo di Kebumen, "Aluse Puol Tangane"

Momen Ibu Petani Girang Usai Salaman dengan Prabowo di Kebumen, "Aluse Puol Tangane"

Purwokerto | Jum'at, 10 Maret 2023 | 20:10 WIB

Kebumen Panen Raya Padi, Produktivitas Meningkat

Kebumen Panen Raya Padi, Produktivitas Meningkat

Purwokerto | Jum'at, 10 Maret 2023 | 14:33 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×