PURWOKERTO.SUARA.COM – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menobatkan delapan desa wisata di Jawa Timur ke dalam 75 desa wisata terbaik melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim berharap anugerah tersebut bisa membantu percepatan pemulihan ekonomi dari sektor pariwisata.
“Saya yakin pengembangan desa wisata bisa efektif dalam membuka spektrum baru pengembangan desa mandiri di Jawa Timur,” kata Khofifah dikutip dari laman resmi Pemprov Jatim Rabu, 29 Maret 2023.
Ia pun tidak hanya menarget desa mandiri semakin banyak, tapi desa yang sudah mandiri diharapankan dapat menemukan spektrum baru meluaskan jejaring produk-produk kreatif mereka sehingga lebih mandiri dan produktif.
Berikut profil desa di Jawa Timur yang berhasil meraih desa wisata terbaik peraih ADWI 2023 cocok untuk Liburan Lebaran di Jawa Timur.
1. Desa Wisata Kampung Heritage Kajoetangan (Kota Malang)
Wisata Kampung Heritage Kajoetangan adalah wisata kampung tematik bersejarah, yang diresmikan pada tahun 2018. Mengusung konsep retro dengan peninggalan bangunan-bangunan berumur ratusan tahun.
Sisa-sisa kejayaan masa kolonial di kampung Kayutangan masih terjaga rapi dan menjadi potensi besar dan terpendam. Di antaranya bangunan-bangunan tua dan bersejarah seperti Makam Mbah Honggo, Kuburan Tandak, Langgar tua, Pasar Talun, dan Terowongan.
2. Desa Wisata Edelweiss Wonokitri (Kabupaten Pasuruan)
Baca Juga: Link Streaming Big Match PSIS VS Persebaya di Laga Tunda BRI Liga 1
Satu-satunya desa wisata yang menyajikan bunga edelweiss sebagai daya tarik utama. Bunga edelweiss ini merupakan salah satu tanaman yang di lindungi oleh undang-undang. Tetapi kelompok pengelola sudah mendapatkan izin untuk membudidayakannya.
Selain alasan konservasi budidaya bunga edelweiss ini juga erat kaitannya dengan budaya masyarakat Suku Tengger karena bunga ini merupakan bunga sakral yang di pergunakan untuk beberapa upacara adat masyarakat Desa Wonokitri.
3. Desa Wisata Kebangsaan Wonorejo (Situbondo)
Desa ini dikenal sebagai Wisata Kebangsaan karena pluralisme masyarakatnya yang memiliki toleransi beragama sebagai kearifan lokal. Terletak di ujung Timur Situbondo, menjadi desa penyangga dari Taman Nasional Baluran.
Memiliki fungsi sebagai kawasan perlindungan sumber daya alam hayati beserta ekosistem aslinya sebagai daya dukung potensi wisata berkelas Internasional.
4. Desa Wisata Duren Sari Sawahan (Trenggalek)