PURWOKERTO.SUARA.COM, PURBALINGGA - Petasan kembali memakan korban di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Acil (10), bukan nama sebenarnya, harus dilarikan ke rumah sakit setelah petasan meledak di tangannya, Minggu 16 April 2023 pagi.
Peristiwa ini sempat menghebohkan Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon lantaran viral di media sosial. Setelah ditelusuri, ternyata peristiwa ini benar terjadi.
Acil semula salat subuh berjamaah di masjid bersama kawan-kawan sebayanya. Seperti biasa, dari masjid mereka bermain ke jalan desa untuk sekadar menikmati udara pagi.
Namun pagi itu, ia sudah menyiapkan maianan khusus, yaitu petasan yang ia rakit sendiri di rumah.
Petasan itu ia nyalakan di jalan pengubung desa dengan sawah di kanan kirinya. Saat sumbu dibakar, percikan api menyala.
Dilemparnya petasan itu. Namun petasan tak meledak. Penasaran, ia pungut petasan itu dan ia cek kenapa tak meledak seperti milik temannya yang lain.
Namun saat dicek usai dipungut, petasan itu meledak di tangannya. Seketika tangannya terluka.
Ia berlari sambil menangis meminta tolong. Beruntung ada warga yang melintas. Ia segera silarikan ke fasilitas medis terdekat.
Penyelidikan Polisi
Kapolsek Kemangkon Iptu Wahyudi saat memberikan konfirmasi, Senin (17/4/2023) mengatakan, semula kejadian ini tidak terpantau karena tidak ada laporan kejadian ke Polsek Kemangkon. Namun pihaknya melakukan penyelidikan terkait informasi yang beredar.
"Hasil penyelidikan berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pemerintah desa setempat, dipastikan kabar yang beredar tersebut adalah benar," ucapnya.
Dari data yang diperoleh, peristiwa anak terkena ledakan petasan terjadi pada hari Minggu (16/4/2023) sekira jam 05.00 WIB. Anak tersebut berinisial A (10) warga Desa Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga.
"Anak tersebut saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit, akibat mengalami luka pada tangan sebelah kiri," ungkapnya.
Dari keterangan para saksi dan sejumlah pihak, didapati kronologis peristiwa itu. Usai salat Subuh sekitar pukul 05.00 WIB, korban kembali ke rumahnya mengambil petasan yang sebelumnya telah dibuatnya. Selanjutnya berangkat jalan- jalan bersama sembilan temannya.
Sesampainya di jalan penghubung Desa Kedunglegok – Desa Kemangkon, mereka menyalakan petasan. Petasan punya teman korban meletus, sedangkan punya korban usai dinyalakan tidak meletus.
"Korban lalu mengambil petasan itu dengan tangan kiri untuk dilakukan pengecekan. Namun petasan tersebut kemudian meledak," katanya.
Korban kemudian ditolong oleh seorang pengendara sepeda motor yang lewat dan diantar sampai ke rumah korban. Oleh keluarganya, kemudian dibawa ke Rumah Sakit Emanuel Klampok untuk mendapatkan penanganan medis.
"Akibat ledakan petasan itu, korban menderita luka-luka pada telapak tangan sebelah kiri. Jari tengah, jari manis dan jari kelingking diamputasi," jelasnya.
Polisi dari Polsek Kemangkon kemudian mencari tahu apakah masih ada petasan dan bahannya di rumah korban maupun teman-temannya. Polisi mendapatkan 2 bungkus bubuk mesiu dan tongkat rotan yang diduga digunakan untuk alat membuat petasan dari rumah korban.
"Kami juga mendapat informasi jika bubuk mesiu tersebut didapat dari seseorang bernama Kardi warga desa setempat," ungkapnya.
Dari tempat penjualnya, polisi mengamankan 225 bungkus petasan cengis, sstu buah toples diduga bekas menyimpan bahan bubuk mesiu, satu bungkus plastic kosong bekas bubuk petasan, delapan selongsong petasan jenis Leo.
Kapolsek mengimbau kepada warganya agar mengawasi putra putrinya untuk tidak bermain petasan karena dapat berakibat fatal. Selain itu, segera melaporkan apabila ada penjual petasan maupun bahan pembuatannya di lingkungan tempat masing-masing.***