6. Menjaga Sikap dan Sopan santun
Tetap menjaga sikap dan sopan santun di hadapan tuan rumah dan keluarganya, seperti mengucap salam, menyalami orang yang hadir, duduk di tempat yang diinginkan tuan rumah. Jangan sampai melontarkan candaan atau perkataan berlebihan yang sekiranya menyinggung perasaan tuan rumah. Jangan terlalu memperhatikan keadaan seisi rumah.
7. Tunjukkanlah perbuatan yang membahagiakan tuan rumah.
Demi membahagiakannya, saat berpuasa sekalipun pun kita diperbolehkan berbuka selama puasa yang ditunaikan adalah puasa sunah, bukan puasa wajib.
8. Menghindari Fitnah
Untuk menghindari fitnah, seorang laki-laki hendaknya tidak bertamu ke rumah seorang yang tuan rumahnya perempuan sendirian kecuali si laki-laki membawa istri atau keluarga istrinya yang lain.
9. Tidak Pamer Kekayaan
Memenuhi undangan, silaturahim, atau berkunjung kepada seseorang bukan ajang untuk pamer kekayaan atau barang yang kita miliki. Sebab, penampilan yang berlebihan bisa saja membuat orang yang dikunjungi merasa minder, malu, dan tidak nyaman. Maka berpenampilanlah secara sederhana dan seperlunya saja.
10. Membawa Bingkisan
Baca Juga: Tanpa Kontroversi, Warga Muhammadiyah Purbalingga Salat Ied di Alun-alun dengan Khidmat
Membawa bingkisan atau buah tangan, baik untuk si pemilik rumah, keluarga, atau anak-anaknya menjadi salah satu cara membahagiakan tuan rumah. Namun ini bukan satu keharusan, sehingga menjadi penghalang tercapainya silaturahim.