Warga kerap gotong royong membersihkan longsoran agar bisa kembali dilalui kendaraan.
Karena itu akses vital yang menghubungkan desa dengan dunia luar, termasuk anak-anak sekolah.
Jalan kabupaten itu pun susah dipindah atau dibangun jalan alternatif karena hampir semua wilayah di situ rawan pergerakan.