Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?

Yazir F, Tiara Rosana

Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:31 WIB
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
Konferensi pers You Are What You Eat di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan pada Jumat, 6 Februari 2026 [Suara.com/Tiara Rosana]
baca 10 detik
  • Obesitas kini diklasifikasikan sebagai penyakit kronis yang mengancam nyawa, sehingga penanganannya fokus pada kesehatan jangka panjang, bukan sekadar angka timbangan.
  • Pedoman gizi resmi berubah per Januari 2026 dengan menempatkan protein dan sayuran sebagai fondasi utama, menggantikan karbohidrat yang kini harus dibatasi.
  • Keberhasilan manajemen berat badan bergantung pada kualitas nutrisi (strategi 4J), aktivitas fisik, dan bantuan medis seperti terapi GLP-1 sebagai alat bantu awal, bukan solusi instan.

Suara.com - Menggeser paradigma bahwa obesitas adalah soal penampilan menjadi pemahaman sebagai penyakit kronis menjadi fokus utama dalam acara edukatif "You Are What You Eat" pada Jumat, 6 Februari 2026.

Acara yang diprakarsai oleh MAHVA Clinic ini menghadirkan dr. Adhiatma Prakasa dan dr. Ega Bonar untuk meluruskan miskonsepsi seputar manajemen berat badan.

Latar belakangnya jelas, yakni angka obesitas terus meningkat, mendorong World Health Organization (WHO) mengklasifikasikannya sebagai penyakit kronis yang memerlukan penanganan serius.

Taruhan Nyawa, Bukan Angka Timbangan

Ega Bonar menegaskan bahwa memandang obesitas sebatas angka di timbangan adalah sebuah kekeliruan fatal. Menurutnya, ini adalah pertaruhan nyawa.

"Mengelola obesitas bukan hanya soal angka di timbangan, tetapi tentang menyelamatkan nyawa," kata Ega Bonar.

“Komplikasi obesitas sangat luas, mulai dari diabetes, penyakit jantung, hingga gagal ginjal," ucapnya menyambung.

Ilustrasi kelebihan berat bada atau obesitas - bahaya obesitas (Pexels)
Ilustrasi kelebihan berat bada atau obesitas - bahaya obesitas (Pexels)

Pernyataan ini didukung oleh Adhiatma yang menekankan bahwa manajemen berat badan adalah perjalanan seumur hidup.

Fondasi utamanya adalah membangun kebiasaan baru melalui modifikasi gaya hidup, olahraga teratur, dan nutrisi yang tepat. Dia mengingatkan pentingnya tiga pilar, yaitu drivers (motivasi), determination (determinasi), dan discipline (disiplin).

baca juga

Piramida Gizi Terbalik, Karbohidrat Bukan Lagi Raja

Salah satu sorotan utama adalah pemaparan Ega mengenai evolusi pedoman gizi.

Dia menunjukkan bagaimana piramida makanan USDA (Departemen Pertanian AS) yang puluhan tahun menempatkan karbohidrat sebagai dasar, kini resmi "dibalik" per Januari 2026.

Konferensi pers You Are What You Eat di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan pada Jumat, 6 Februari 2026.
Konferensi pers You Are What You Eat di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan pada Jumat, 6 Februari 2026.

Model terbaru menempatkan protein dan sayuran sebagai fondasi, sementara karbohidrat berada di puncak sebagai asupan yang perlu dibatasi.

"Gaya hidup kita berubah. Kebutuhan karbohidrat kita sudah tidak sebanyak itu. Dulu banyak orang kerja fisik, sekarang mayoritas tidak," jelas Ega.

Adhiatma kemudian membongkar mitos defisit kalori. Dia mengilustrasikan bahwa 1.000 kalori dari katering sehat akan memberikan hasil yang sangat berbeda dari 1.000 kalori yang didapat dari dua bungkus mi instan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma Soal Pola Makan, Ini yang Membuat Berat Badan Sulit Turun

Tak Cuma Soal Pola Makan, Ini yang Membuat Berat Badan Sulit Turun

Health | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:28 WIB

Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?

Indonesia Masuk 6 Negara dengan Obesitas Rendah di Dunia, Apa Rahasianya?

Your Say | Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan

Obesitas di Indonesia Disebut Masuk 4 Besar Dunia, Wamenkes Dante: Ini Bukan Lagi Soal Penampilan

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:43 WIB

Sepak Bola dan Obesitas: Kisah Ronaldo Nazario, Maradona, hingga Akinfenwa

Sepak Bola dan Obesitas: Kisah Ronaldo Nazario, Maradona, hingga Akinfenwa

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 09:41 WIB

Dokter Sebut Lemak di Dalam Rongga Perut Paling Berbahaya dari Bagian Tubuh Lain, Kenapa?

Dokter Sebut Lemak di Dalam Rongga Perut Paling Berbahaya dari Bagian Tubuh Lain, Kenapa?

Health | Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:24 WIB

Obesitas Picu Risiko Diabetes, Terapi Tirzepatide Hadir dengan Pendekatan yang Lebih Personal

Obesitas Picu Risiko Diabetes, Terapi Tirzepatide Hadir dengan Pendekatan yang Lebih Personal

Health | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:46 WIB

Makan Kenyang Saja Tak Cukup, Indonesia Masih Hadapi Triple Burden of Malnutrition

Makan Kenyang Saja Tak Cukup, Indonesia Masih Hadapi Triple Burden of Malnutrition

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:15 WIB

Harga Obat Naik, Penyakit Ringan seperti ISPA dan Flu Berpotensi Bikin Kantong Jebol

Harga Obat Naik, Penyakit Ringan seperti ISPA dan Flu Berpotensi Bikin Kantong Jebol

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 15:51 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×