PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA- Kabupaten Banjarnegara punya wisata yang terkenal, yakni Dieng. Dataran tinggi Dieng menyimpan banyak potensi wisata yang besar, di antaranya Candi Arjuna, kawah Sikidang dan lainnya.
Namun selain Dieng, Banjarnegara rupanya memiliki banyak objek wisata lain yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi.
Di antaranya Desa Wisata Dawuhan. Dalam beberapa tahun terakhir, desa terpencil di Kecamatan Wanayasa ini berhasil disulap menjadi tempat wisata yang ramai.
Seperti umumnya desa lain di pegunungan, Desa Dawuhan termasuk daerah tertinggal terutama dari segi ekonomi.
Masyarakat rata-rata hanya menggantungkan ekonomi dengan bercocok tanam atau buruh tani.
Hingga muncul ide kreatif dari sejumlah pemuda desa untuk meningkatkan kesejahteraan warga dari sektor pariwisata.
Ini didukung oleh Pemerintah Desa Dawuhan dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Sungai jernih yang melintasi desa disulap menjadi objek wisata air dengan wahana tubing.
Sungai itu masih memiliki banyak jeram sehingga cocok untuk dikembangkan wisata tubing.
Dari situ, desa itu mulai didatangi wisatawan dari luar daerah. Desa yang tadinya sepi menjadi lebih ramai dan bergairah.
Itu memotivasi pengelola wisata untuk terus berinovasi mengembangkan wisata. Kemudian muncul ide untuk menambah wahana agar wisata lebih berkembang.
Kolam renang yang biasanya ada di kota, coba dibangun di desa dengan memanfaatkan lahan yang ada.
Sawah yang biasanya ditanami padi, disulap menjadi kolam renang dengan view alam pedesaan yang masih asri.
Kolam renang untuk dewasa dan anak-anak ini punya daya tarik tersendiri karena berada di lingkungan persawahan. Sensasi yang ditawarkan juga berbeda.
Fasilitas kolam renang yang tadinya seakan mustahil ada di desa, kini berhasil diwujudkan.
Tiket masuk kolam renang tengah sawah ini pun masih terjangkau, Rp 10 ribu perorang.
Selain kolam renang, menariknya ada Pasar Rengrang setiap Minggu yang menyediakan aneka jajan atau makanan tradisional.
Keberadaan wahana itu menambah pundi-pundi bagi pengelola dan warga yang bergantung dari sektor pariwisata.
Lapangan kerja dan usaha bertambah luas seiring dengan ramainya tempat wisata. Warga bisa berjualan, hingga menjadi pekerja di tempat wisata maupun tukang parkir.
Layaknya perusahaan yang punya program Coorporate Social Responsibility (CSR), Desa Wisata Dawuhan pun menyisihkan sebagian keuntungan untuk kegiatan sosial.
Misalnya dengan menanggung biaya pemulasaran jenazah warga berupa pembelian kain kafan dan perlengkapan lain.
Lokasi Desa wisata Dawuhan cukup strategis karena berada di sisi jalan raya ruas Karangkobar-Dieng.
Ini juga menjadi jalur alternatif wisatawan menuju Dieng melalui kota Banjarnegara atau Karangkobar.
Desa Wisata Dawuhan bisa akses melalui Kota Banjarnegara ke arah Karangkobar sejauh sekitar 28 kilometer.
Jika dari Candi Arjuna Desa Dieng Kulon Kecamatan Batur, tempat wisata ini bisa ditempuh sejauh 23 kilometer atau 41 menit.