PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS – Universitas Islam Negeri Profesor KH Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto membuka Prodi Sains Dan Teknologi (Saintek) pada tahun 2023. Untuk memperkuat prodi Saintek, UIN Saizu bekerjasama dengan dua kampus luar negeri, Unimas dan UiTM Malaysia.
“Alhamdulillah, UIN Saizu Purwokerto baru saja melakukan MoU dengan Universiti Malaysia Serawak, Malaysia dan Universiti Teknologi Mara (UiTM). Dua kampus besar untuk memperkuat prodi saintek kita,” kata Rektor UIN Saizu Purwokerto, Prof Dr Mohammad Roqib MAg, Senin (17/7/2023).
Kedua kampus itu langganan bekerjasama dengan puluhan kampus lain. Terutama UiTM yang berdiri tahun 1956.
Roqib berharap, kerja sama yang sudah diteken dan diteruskan dengan MoA mampu menunjang pertumbuhan Prodi Saintek UIN Saizu. Kerja sama diteken Kamis, 13 Juli 2023 di Pontianak dan Serawak, Malaysia.
Rektor UIN Saizu didampingi Wakil Rektor 3 Prof Dr Sulhan Chakim MM dan Kepala Internasional Office, Dr Sobirin MAg. Proses MoU juga berlangsung istimewa karena disaksikan langsung Direktur Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis), Prof Ahmad Zainul Hamdi.
“Tahun 2023 prodi saintek sudah kita buka. Kampus dan fasilitas pendukung juga sudah progress di Kota Purbalingga. Maka, persiapan insfrastruktur kita perkuat dengan Kerjasama internasional. Orientasi akhir tentu pelayanan maksimal pada mahasiswa dan publik,” kata Rektor lagi.
Wakil Rektor 3, Prof Sulhan Chakim menyebut kerja sama ini merupakan kebutuhan kampus berbasis tri dharma perguruan tinggi. Tindak lanjutnya tentu dalam bidang pendidikan, penelitian hingga pengabdian pada masyarakat.
Kepala Internasional Office, Dr Sobirin menyebut selama ini kerja sama luar negeri lebih banyak gugus ilmu sosial, keagamaan dan humaniora. Saintek merupakan rumpun baru di UIN Saizu Purwokerto. Diharapkan kerja sama ini mempercepat pertumbuhan hingga saintek menjadi fakultas mandiri.
“Setiap MoU selalu kita ikuti dengan MoA. Jadi benar-benar kerjasama actual dan factual. Pertukaran pelajar, konferensi internasional hingga KKN internasional unntuk terus menuju the real world class university,” ucapnya.***
Baca Juga: Hanya 750 Meter dari Alun-alun Purbalingga, Kafe Ini jadi Tempat Nongkrong Pas untuk Lepas Penat