PURWOKERTO.SUARA.COM – Masyarakat Banjarnegara besiaplah, setelah dua tahun absen dalam perhelatan budaya lantaran badai pandemi yang terjadi festival budaya bertajuk Jenggawur Art festival 2023 kembali siap digelar.
Jenggawur Art festival adalah festival berbasis masyarakat dengan melibatkan seluruh warganya dan mendasari semangat gotong royong dan kebersamaan.
Latar belakang dari Jenggawur Art festival adalah merawat peradaban serta merawat masyarakat dengan berbagai potensi serta local wishdom yang ada.
Adapun budaya yang ditampilkan dan merupakan pondasi yang mengalir deras yang terus diwariskan serta menjadi nilai kearifan lokal masyarakat setempat.
Selain itu Jenggawur merupakan daerah penghasil padi terbaik di Banjarnegara sekaligus penyangga pangan bagi masyarakat sekitar terus dieskplore dengan keanekaragaman yang dimiliki.
Bagi masyarakat Jenggawur, semangat kebersamaan dan kegotong royongan menjadi pondasi sekaligus momentum bersama untuk berkolaborasi menghasilkan berbagai karya apik untuk dinikmati bersama.
Tahun ini dengan mengusung tema The Revival of Culture, diharapkan event Jenggawur Art festival 2023 menjadi suguhan yang apik kolaborasi antara karya tani, seni dan budaya.
Beberapa kegiatan bakal digelar seperti ragam seni pertunjukan, budaya, potensi desa, musik festival, atraksi budaya serta kuliner khas yang tentunya mengundang selera.
Jenggawur Art festival 2023 juga merupakan wujud syukur atas hari jadi desa Jenggawur ke 112 tahun.
Nah untuk anda silahkan agendakan berkunjung bersama teman, sahabat, pasangan serta keluarga silahkan kunjungi Jenggawur Art festival 2023 pada 28-29 Juli 2023 di lapangan desa Jenggawur, Banjarmangu.
Berikut rangkaian acara Jenggawur Art Festival 2023 “The Revival of Culture” selengkapnya :
Hari ke 1 Jumat 28 Juli 2023
08.00 – selesai
Bazar makanan, pasar beras Jenggawur, pameran potensi desa
13.30 – 16.00
Pemutaran film diskusi budaya, pementasan seni tari, desa berpuisi, pertunjukan music (Angklung putra pranada jenggawur, tari dongklak, tari dusun pesanggrahan, regina akustik, tari manuk dadali, tari wonderland, orkes camellia keroncong, tari caping ayu, tari konyil ayu, the ueforia).
19.30 – 23.30
Pembukaan malam pertama (rebana sang surya binangun, kenduri budaya bersama gus Achmad Mudzaki Mabrur, Habib Haidar Al Maulachela, Drajat nurangkoso, Pranyoto, Hadroh Al adika Al Fatah dan Nuansa Akustik).
Hari ke 2 Sabtu 29 Juli 2023
08.00 – selesai
Bazar makanan, pasaar beras Jenggawur, pameran potensi desa
09.00 – 11.00
donor darah, pertunjukan tari
09.00 – 09.30
Desa berpuisi dan pertunjukan music angklung LBK percussion Pekandangan
09.30 – 11.30
Workshop seni sablon cukil
13.20 – 15.30
Bincang literasi desa, pertunjukan seni tari, desa berpuisi, pertunjukan music (Gresyta, tari jaranan, tari wulan sunu, Skansa band, Ageroots, tari maumere, tari kepyar, yudi abyaksa ft 1/coin, sogi the fire.
19.00 – 23.30
Pembukaan malam kedua, pertunjukan seni tari, desa berpuisi, pertunjukan music (Dub noise, pementasan gejug lesung binangun, tari dawet ayu, tari lascar tani, tari minampi pari, dibalik pintu band, rengeng-rengeng, Gusdian music.**Alw