Keturunan-keturunan Galuh purba ini menyebar dan mendirikan berbagai macam Kacan dan melahirkan Wangsa Syailendra dinasti Sanjaya.
Selanjutnya mulai dari raja-raja di tanah Jawa itu bisa dibilang Galuh purba dari lereng gunung Slamet inilah induk dari kerajaan-kerajaan di Jawa jejak ketuaan dan purba.
Bisa terlihat dalam kajian yang dituangkan dalam bukunya the critical survei of the study dalam kajiannya ahli filologi berkebangsaan Belanda itu menyiratkan bahwa rumpun bahasa Banyumas.
Saat ini lebih tua dibanding yang digunakan oleh masyarakat di pulau Jawa lainnya bahasa Ngapak. Inilah yang ditengarai digunakan oleh masyarakat kerajaan Galuh purba.
Lalu dimanakah tepatnya Galuh purba? kajian Van Der meulen tidak menyebut lokasi tepat hanya menyebut di sekitar wilayah Gunung Slamet.
Hal itu berarti kemungkinan bisa di wilayah yang kini masuk Banyumas, Brebes, Tegal Pemalang atau Purbalingga memang belum ada catatan klasik.
Namun setidaknya di Purbalingga ditemukan gua prasasti yakni prastasti Cipaku dan prasasti Bukateja yang diperkirakan berasal dari sekitar abad yang lalu.***