PURWOKERTO.SUARA.COM- Bangunan cagar budaya yang satu ini menjadi salah satu tempat destinasi religi yang mempunyai daya tarik dengan kemegahannya yaitu Masjid Jami' Wali Perkasa.
Masjid Jami Wali Perkasa merupakan masjid yang didirikan pada zaman penyebaran Islam yang dilakukan oleh Walisongo yang diperkirakan pada tahun 1479.
Masjid ini terletak di Dusun II Desa Pekiringan, Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga.
Sesuai dengan pernyataan bahwa masjid ini dibangun setelah berdirinya Masjid Agung Demak. Masjid Jami’ Wali Perkasa memiliki struktur bangunan yang hampir sama dengan Masjid Agung Demak.
Nama masjid ini di ambil dari nama Syekh Makhdum Wali Perkasa sendiri, untuk mengenang jasa beliau yang telah memperjuangkan daerah Pekiringan sebagai daerah yang berdiri sendiri.
Makam Wali Perkasa terletak di Desa Pekiringan, Karangmoncol. Konon Makam Wali Perkasa merupakan makam peninggalan wali yang merupakan tempat peristirahatan terakhir seorang penyebar agama islam yang berada di Desa Pekiringan.
Wali Perkasa mempunyai nama lain yaitu Makdum Perkasa, yang merupakan nama pemberian dari Sunan Kali jaga, karena beliau yang mampu merubah arah kiblat masjid Demak yang konon dalam pembangunan masjid tersebut kurang sempurna arah kiblatnya.
Tentunya proses perubahan arah kiblat tersebut dengan cara meminta kepada Allah SWT agar diberi kekuatan yang bisa merubah arah kiblat tersebut.
Awalnya yang berdoa adalah Sunan Kali Jaga dan murid-muridnya yang mengamini,tetapi tetap saja tidak mampu merubah arah kiblat.
Selanjutnya seorang murid minta diberi kesempatan memimpin doa,dan Sunan Kali Jaga yang mengamini bersama murid murid lainnya.
Atas izin Allah arah Kiblat masjid Demak bergeser pada posisi yang sempurna.Sejak saat itulah beliau mendapat julukan nama Perkasa. Di Makam Wali Perkasa juga telah di sediakan pemandu demi kelancaran para peziarah.
Masjid dan makam yang satu ini telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya melalui Surat Keputusan Bupati Purbalingga No 432/226 Tahun 2018.
Lebih rinci lagi, bagian cagar budya yang harus dilindungi diantaranya yaitu bagian 4 saka guru (umpak, blandar, sunduk, kili dan pengeret).
Tempat ini juga cukup ramai dikunjungi oleh para peziarah, khususnya pada bulan Sadran dan hari-hari tertentu. Makam wali perkasa juga menjadi destinasi religi yang memiliki daya tarik tersendiri dengan keunikan dan keindahan yang luar biasa.***