Heni menjelaskan, pada masa dahulu, zaman pra Sejarah dan zaman Hindu Budha, gunung dianggap sebagai tempat yang suci dimana tempat bersemayam para dewa.
“Setelah Islam dianut mayoritas masyarakat, tradisi ini menyesuaikan diri, dan dimaknai berbada lagi yaitu yen metu kudu sing mempeng atau jika keluar harus bersungguh-sungguh,” lanjutnya.
Selain itu, tumpeng dikaitkan dengan surat Al Isra ayat 80, ayat yang sering dibaca umat Islam ketika memasuki daerah baru.
“Jadi sejak dini anak-anak sekolah harus dikenalkan kebudayaan beserta filosofinya,” pungkas Heni.**Alw