PURWOKERTO.SUARA.COM – Kabupaten Banyuwangi selalu tidak kekurangan cerita misteri di dalamnya. Berbagai tempat selalu memiliki kenangan masa silam yang terus berkelindan.
Termasuk saat berkunjung di Afdeling Darungan, yang terletak di Dusun Sambungrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon berjarak 28,2 Km dari Bandara Internasional Banyuwangi.
Di sana ada sebuah kampung perkebunan yang pada masa lalu mungkin pernah menjadi tempat penting dalam sektor perkebunan di Kabupaten Banyuwangi.
Namun, sayangnya, seiring berjalannya waktu dan perubahan sosial-ekonomi, kampung ini ditinggalkan dan hanya meninggalkan bekas bangunan yang jadi saksi bisu masa kejayaannya.
Dikutip dari Kanal YouTube Gusti Gina pada Senin 21 Agustus 2023, kampung perkebunan seperti Afdeling Darungan mungkin memiliki sejarah panjang sebagai pusat aktivitas perkebunan.
Pada masa itu sangat beragam potensi yang ada di perkebunan ini, mulai dari Kopi, Karet hingg saat ini beberapa Kawasan masih di tanami Cengkeh.
Namun, perubahan zaman, urbanisasi, dan transformasi ekonomi telah berkontribusi pada pergeseran fokus dan pola kehidupan masyarakat.
Kondisi kampung yang sekarang hanya menyisakan bangunan-bangunan kosong adalah cerminan dari perubahan sosial dan ekonomi yang dapat memengaruhi komunitas lokal.
Seringkali, faktor-faktor seperti urbanisasi, perubahan jenis pekerjaan, atau pergeseran pasar dapat menyebabkan kampung-kampung seperti Afdeling Darungan ditinggalkan dan terlantar.
Baca Juga: Mars Cup 2023 Sokanandi Banjarnegara, Arsendo Lakoni Partai Hidup Mati Tantang Irgumba FC
Meski demikian, sisa-sisa bangunan yang masih berdiri di Afdeling Darungan juga bisa menjadi potensi dalam hal pelestarian sejarah dan budaya.
Beberapa usaha dapat dilakukan untuk melestarikan dan mengabadikan sejarah kampung ini, seperti dokumentasi visual, pengumpulan cerita dari warga setempat, atau bahkan upaya restorasi.
Sejarah dan keberadaan Afdeling Darungan mengingatkan kita akan pentingnya melestarikan warisan budaya dan sejarah, bahkan dalam bentuk bangunan fisik.
Pada akhirnya, cerita tentang kampung-kampung seperti Afdeling Darungan juga merupakan bagian dari sejarah masyarakat yang perlu dihormati dan diapresiasi.***