PURWOKERTO.SUARA.COM - Kondisi dunia yang tengah mengalami ancaman krisis pangan, air bersih dan energi membuat manusia harus memiliki gaya hidup berkelanjutan.
Hal itu disampaikan CEO kampung Gagot Amrulloh dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di hadapan 288 siswa SMAN 1 Sigaluh pada Selasa 22 Agustus 2023.
“Gaya hidup berkelanjutan bisa dilakukan dengan hal-hal yang sederhana,” ujar pria yang akrab di sapa Kang Arul tersebut.
Arul mencontohkan di Kampung Gagot, mengawali hari dengan hal sederhana seperti salah satunya dengan menyapu halaman
“Karena ternyata aspek utama untuk menjaga dan menarik wisatawan adalah kebersihan,” lanjutnya.
Selain itu, berikutnya yang dilakukan yakni pengelolaan sampah menjadi pupuk yang nantinya memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar.
“Maka berikutnya setelah mengolah pupuk yakni, warga bersama-sama membuat pertanian terpadu,” tegas Arul.
Pihaknya menjelaskan, muara dari seluruh aktifitas di kampung Gagot adalah bagaimana bergerak terus sampai menjadikan pangan tersedia.
“Saya melihat banyak kegagalan penghijauan dan penanaman pohon karena mereka lupa tidak merawatnya seperti menanam pohon tanpa memupuk, itu dzolim namanya," pungkasnya.
Baca Juga: Santri Asal Banjarnegara Hasilkan Karya Spektakuler di Museum Indonesia
Selain itu pada kesempatan tersebut Relawan Inspirasi Rumah Zakat Bayu Setyo Pramudyawardana bersama tim P4S Ngudi Slamet bidang bank sampah desa Prigi Sigaluh juga mengisi materi mengenai bank sampah di sekolah.
"Kakak kelas kalian melalui P5 tahun lalu sudah berhasil membuat bank sampah di sekolah yang pertama di Banjarnegara,” ujarnya.
Pihaknya menjelaskan, bank sampah adalah ikhtiar minimal yang bisa dilakukan dalam rangka praktik nyata gaya hidup berkelanjutan.
Sementara itu Kepala SMAN 1 Sigaluh Antono Aribowo mengatakan, P5 merupakan program yang bertujuan membangun kemampuan siswa untuk berfikir kritis dan mandiri dalam memecahkan masalah di sekitarnya.
“Dalam P5 ini, siswa kelas X selain mendapatkan materi tentang pengolahan sampah, juga akan melakukan eksplorasi lapangan,” ujarnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, selain beberapa materi tersebut, aksi nyata peduli sampah dengan kampanye dan pengolahan sampah juga dilakukan yang diakhiri dengan gelar karya.