PURWOKERTO.SUARA.COM – Berkunjung di Kota Mojokerto, tidak lengkap tanpa singgah di bangunan yang punya nilai sejarah peninggalan kolonial. Utamanya di Jalan KH Hasyim Ashari, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon berjarak 57,2 Km dari Bandara Internasional Juanda.
Di sana terdapat sejarah yang tersimpan dalam bangunan tua yang saat ini kondisinya terbengkalai. Bagunan ini dulunya Gedung Bioskop yang megah pada masanya di jantung Kota Mojokerto. Bangunan ini tidak hanya mengandung cerita-cerita masa lalu, tetapi juga menjadi saksi bisu perubahan zaman.
Dikutip dari Kanal YouTube JADI MAU KEMANA pada Sabtu 26 Agustus 2023, lokasi ini dikenal dengan nama Gedung Bioskop Indera. Di tengah gemuruh zaman modern dan perkembangan teknologi, membuatnya tergilas dengan waktu hingga membuatnya terbengkalai.
Bangunan ini sudah ada sejak didirikan pada tahun 1923 pada zaman pemerintahan Belanda, Gedung Bioskop Indra telah mengalami berbagai perubahan dan transformasi. Nama-namanya pun berganti seiring berjalannya waktu, hingga akhirnya menjadi Bioskop Indera yang dikenal pada masanya.
Gedung ini bukan hanya sekedar tempat hiburan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan budaya dan sejarah Kota Mojokerto. Namun, kejayaan Bioskop Indera tidak berlangsung selamanya. Seperti banyak hal dalam hidup, ada masa kejayaan dan ada masa penurunan.
Pada tahun 1990-an, Bioskop Indera harus merasakan kepahitan hingga harus gulung tikar. Berkurangnya minat masyarakat terhadap bioskop tradisional, mungkin juga dampak dari modernisasi hiburan, membuat bioskop ini akhirnya menutup layar.
Hari-hari terakhir Bioskop Indera diwarnai oleh terbengkalainya bangunan yang pernah menjadi pusat hiburan dan tontonan bagi masyarakat Mojokerto. Bangunan yang sebelumnya hidup dengan riuh suara penonton dan film-film layar lebar.
Sayangnya kini semua tampak dalam keheningan yang hanya dipecahkan oleh angin dan suara struktur yang mulai lapuk dimakan usia. Terbengkalainya Gedung Bioskop Indra menjadi pengingat akan kerapuhan sejarah.
Meskipun demikian, banyak yang berharap agar jejak sejarah ini tidak hilang begitu saja. Masyarakat dan pemerintah setempat mungkin memiliki peran penting untuk melestarikan dan menghidupkan kembali warisan budaya ini, entah sebagai museum, ruang kesenian, atau tempat masyarakat.
Gedung Bioskop Indra bukan hanya sekadar bangunan fisik, tetapi juga penyimpan cerita, kenangan, dan nilai-nilai masa lalu. Sebab dalam era yang terus berubah, penting bagi untuk semua merenung dan menghargai jejak sejarah, serta merawat warisan budaya untuk generasi-generasi mendatang.***