Ilusi Solusi Dua Negara dan Bahaya Langkah 'Sembrono' Indonesia di Board of Peace

Bella, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 06 Februari 2026 | 16:46 WIB
Ilusi Solusi Dua Negara dan Bahaya Langkah 'Sembrono' Indonesia di Board of Peace
Nur Rachmat Yuliantoro, dari Departemen Hubungan Internasional Fisipol UGM (kiri) dan Achmad Munjid, dari Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM (kanan).
baca 10 detik
  • Solusi dua negara (two-state solution) dinilai mustahil terwujud karena ekspansi Israel menghilangkan kesatuan teritorial Palestina.
  • Solusi satu negara (one-state solution) juga berpotensi menimbulkan diskriminasi sistematis bagi warga Palestina di Israel.
  • Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dianggap langkah gegabah karena mendorong solusi yang tidak realistis.

Suara.com - Wacana two-state solution atau solusi dua negara dalam penyelesaian konflik Israel–Palestina dinilai telah kehilangan relevansinya di tengah realitas geopolitik saat ini. Kalangan akademisi menilai gagasan tersebut kini hanyalah retorika diplomatik semata.

Termasuk keterlibatan Indonesia dalam mekanisme baru seperti Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang justru dianggap sebagai langkah gegabah.

Peneliti dari Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (UGM), Achmad Munjid, menegaskan bahwa syarat dasar pembentukan sebuah negara bagi Palestina secara fisik sudah tidak terpenuhi akibat ekspansi masif Israel.

"Realitas politik sekarang ini two-state solution is impossible. Untuk sebuah state ada, itu selain ada orangnya, itu ada tanahnya, ada wilayahnya," kata Munjid di acara Pojok Bulaksumur UGM, Jumat (6/2/2026).

Lebih lanjut, Munjid menggambarkan bagaimana okupasi lahan yang dilakukan Israel melalui pemukiman ilegal. Hal ini telah memecah belah wilayah Palestina hingga tidak lagi memiliki kesatuan teritorial yang utuh.

Keberadaan pemukim bersenjata di antara wilayah-wilayah tersebut semakin membuat penyatuan kembali tanah Palestina itu mustahil.

"Nah, sekarang ini setiap hari tanahnya Palestina diambil terus dan bukan cuma diambil, tapi dicacah-cacah," tegasnya.

Di sisi lain, masa depan Palestina diprediksi semakin suram di bawah ambisi "Greater Israel" yang kerap dipamerkan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Menurut Munjid, satu-satunya pihak yang memiliki daya tawar untuk menghentikan laju Israel hanyalah Amerika Serikat. Namun, dukungan politik negara adidaya tersebut masih sangat kuat terhadap sekutunya.

baca juga

"Jadi bagi saya the future of Palestine is very gloomy, very sad. Tapi kalau kita tidak melakukan apa pun, itu juga akan makin cepat prosesnya, proses cleansing-nya itu makin cepat," ungkapnya.

Wacana solusi satu negara (one-state solution) yang sempat dilirik oleh sebagian pihak pun justru menyimpan bahaya laten tersendiri, berupa diskriminasi sistematis terhadap warga Palestina di bawah kendali Israel.

Realitas demografi dan ideologi negara Israel, kata Munjid, membuat kesetaraan hak bagi warga Palestina menjadi hal yang mustahil.

"Dan itu (one-state solution) pun tidak mungkin karena Israel is a Jewish state. Kalau kamu bukan Jewish, kalau kamu bukan Yahudi, ya kamu second-class," tuturnya.

Meskipun demikian, Munjid melihat adanya pergeseran persepsi di kalangan generasi muda Amerika Serikat yang mulai kritis terhadap Israel.

Tekanan dari komunitas internasional dan perubahan sikap publik di Barat diharapkan dapat menjadi rem bagi tindakan Israel. Apalagi mengingat solusi dua negara kini hanya hidup di meja perundingan, namun mati di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masyarakat Sipil Desak Kejaksaan Agung Mengusut Genosida di Palestina Lewat Yuridiksi Universal

Masyarakat Sipil Desak Kejaksaan Agung Mengusut Genosida di Palestina Lewat Yuridiksi Universal

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 15:21 WIB

Sejumlah Masyarakat Sipil Laporkan Kejahatan Genosida Israel ke Kejaksaan Agung

Sejumlah Masyarakat Sipil Laporkan Kejahatan Genosida Israel ke Kejaksaan Agung

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 15:12 WIB

Amanah Bangsa Palestina di Balik Prabowo Boyong Indonesia ke BoP, Mengapa?

Amanah Bangsa Palestina di Balik Prabowo Boyong Indonesia ke BoP, Mengapa?

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:26 WIB

Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP

Prabowo Punya Rencana Mundur? Dino Patti Djalal Bocorkan Syarat Indonesia Gabung BoP

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:35 WIB

Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza

Seskab Teddy Ungkap Posisi Indonesia di BoP: Dana USD 1 Miliar Tidak Wajib dan untuk Gaza

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:02 WIB

Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka

Haris Rusly Moti: Strategi Multi-alignment, Manuver Cerdas Prabowo untuk Palestina Merdeka

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 21:32 WIB

Saat 16 Ormas Sepakat RI Gabung BoP, Israel Masih Terus Serang Palestina

Saat 16 Ormas Sepakat RI Gabung BoP, Israel Masih Terus Serang Palestina

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 20:29 WIB

FPI Khawatirkan dan Pertanyakan Iuran Board of Peace

FPI Khawatirkan dan Pertanyakan Iuran Board of Peace

Video | Kamis, 05 Februari 2026 | 08:00 WIB

Prabowo Undang Eks Menlu dan Wamenlu ke Istana, Bahas Geopolitik dan BoP

Prabowo Undang Eks Menlu dan Wamenlu ke Istana, Bahas Geopolitik dan BoP

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 16:59 WIB

Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik

Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik

News | Rabu, 04 Februari 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×