PURWOKERTO.SUARA.COM - Studi kelayakan bisnis merupakan suatu metode atau cara yang terdiri dari berbagai aspek penilaian untuk mengetahui apakah suatu bisnis yang akan dikerjakan layak atau tidak.
Hal tersebut dikemukakan pengusaha sekaligus dosen STIE Tamansiswa Banjarnegara Kuswoyo saat melakukan audiensi, bimbingan sekaligus arahan didepan puluhan mahasiswa pasca observasi dan studi atau kaji lapangan ke gerai UMKM dan produk aneka olahan rumahan di wilayah Banjarnegara.
"Studi kelayakan bisnis juga merupakan alat peramalan yang sangat mempuni untuk mengetahui kemungkinan yang akan terjadi, agar dapat segera mengambil keputusan atas hasil yang diperoleh yakni menerima atau menolak usulan investasi atau bisnis tersebut," ujarnya.
Lebih jauh Kuswoyo menjelaskan, studi kelayakan bisnis sering juga disebut feasibelity study bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau menolak dari suatu gagasan usaha atau bisnis yang direncanakan.
"Pengertian layak dalam penilaian ini adalah kemungkinan dari gagasan usaha atau bisnis yang akan dilaksanakan memberikan manfaat (benefit), baik dalam arti financial benefit maupun sosial benefit," lanjutnya.
Dalam kenyataannya banyak dijumpai kekeliruan oleh para pelaku bisnis dalam melakukan studi atas kelayakan bisnis atau usaha yang dijalankan.
"Mayoritas dari mereka hanya menggunakan feeling saja, padahal kita mengetahui bahwa menggunakan cara tersebut sangat berisiko tinggi, karena tidak dapat dibuktikan secara ilmiah," tegasnya.
Kegiatan yang digelar di Woyoo Coffe shop gumiwang pada Sabtu 14 Oktober 2023 tersebut selain diisi dengan pemapara hasil studi lapangan oleh mahasiswa juga diisi dengan sharing dan diskusi tentang penguatan elemen proposal kelayakan usaha.
"Harapan saya proposal tersebut nantinya dapat membantu UMKM atau gerai usaha di lokasi tempat studi lapangan tersebut agar lebih baik dan menjadi acuan dalam menjalankan usaha kedepan menjadi lebih baik," pungkas Kuswoyo.
Baca Juga: Tidak Main-main, Bupati Kebumen Ingatkan ASN Agar Netral dan Tidak Berpolitik Praktis
Sementara itu salah satu mahasiswa STIE Tamansiswa Banjarnegara Riyanto mengaku sangat tertantang dengan tugas studi kelayakan bisnis dengan terjun langsung melakukan kajian dan observasi di lapangan.
"Ini menjadikan gambaran sekaligus memberikan ilmu baru bagi kami agar dalam melakukan usaha atau bisnis lebih terarah baik secara manajerial maupun hal teknis lainnya," ujarnya.
Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing atas pengetahuan, ilmu baru serta arahan yang diberikan yang secara langsung memberikan dampak positif bagi mahasiswa.
"Penting dikembangkan, terutama bagi kita yang akan membuka usaha atau peluang bisnis terlebih lagi kita juga dapat membantu UMKM atau produk rumahan di Banjarnegara agar berkembang dan lebih maju," pungkasnya.**Alw