ranah

Daftar 16 Pahlawan Nasional dari Sumbar dan Profil Singkatnya, Terbaru Ada Usmar Ismail

Ranah Suara.Com
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 11:57 WIB
Daftar 16 Pahlawan Nasional dari Sumbar dan Profil Singkatnya, Terbaru Ada Usmar Ismail
Mohammad Hatta atau Bung Hatta merupakan salah satu pahlawan nasional dari Sumatera Barat (Sumbar). (wikipedia.org)

RanahSuara.id  – Sumatera Barat (Sumbar) dikenal banyak melahirkan tokoh-tokoh bangsa. Di antara tokoh-tokoh tersebut, ada yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Sejak 1959 hingga 2021, sebanyak 16 tokoh asal Sumbar sudah ditetapkan pemerintah sebagai pahlawan nasional. Terbaru, ada Usmar Ismail yang dikenal sebagai Bapak Film Nasional. 

Usmar Ismail dianugerahkan gelar pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, pada Peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2021.

Berikut ini 16 tokoh asal Sumbar yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional beserta profil singkatnya yang dikutip dari wikipedia.org dan Langgam.id: 

1. Mohammad Hatta

Muhammad Hatta atau Bung Hatta lahir di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902. Beliau wafat di Jakarta pada 14 Maret 1980.

Bung Hatta adalah pejuang kemerdekaan Indonesia, konseptor Pancasila dan UUD 1945 sekaligus proklamator kemerdekaan Republik Indonesia bersama Bung Karno.

Ia pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dalam Kabinet Hatta I, Hatta 2 dan RIS. Pada 1956, ia mundur dari jabatan wakil presiden. 

Bung Hatta ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Kepres Nomor 84/TK/Tahun 2012 tanggal 7 November 2012.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Cerita Disembah Sujud Presiden, Bocah 12 Tahun Temukan Mayat Bayi

2. Tan Malaka

Tan Malaka yang bernama lengkap Ibrahim Datuk Tan Malaka lahir di Nagari Pandam Gadang, Limapuluh Kota, Sumatera Barat pada 2 Juni 1897.

Ia wafat di di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, 21 Februari 1949 pada umur 51 tahun.

Tan Malaka digelari Bapak Republik Indonesia, karena adalah tokoh pertama yang memberi nama Republik Indonesia.

Tan Malaka ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Sukarno melalui Kepres Nomor 53 Tahun 1963 tanggal 28 Maret 1963.

3. Sutan Sjahrir

Sutan Sjahrir lahir di Padang Panjang pada 5 Maret 1909 dari ayah keturunan Koto Gadang, Agam dan ibu seorang bangsawan Melayu keturunan Minang.

Ia seorang intelektual, perintis dan revolusioner kemerdekaan Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, ia menjadi politikus dan perdana menteri pertama Indonesia.

Sjahrir wafat pada 9 April 1966 dan dimakamkan di TMP Kalibata. Presiden Sukarno menetapkan Sjahril sebagai pahlawan nasional melalui Kepres No.76 Tahun 1966 pada tanggal 9 April 1966.

4. H. Agus Salim

Haji Agus Salim lahir dengan nama Masyhudul Haq di Koto Gadang, Agam, Sumatra Barat pada 8 Oktober 1884. Ia adalah sepupu dari ayah Sutan Sjahrir dan seorang perjuang kemerdekaan Indonesia.

Ia menguasai 7 bahasa asing yaitu Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Arab, Turki dan Jepang. Ia juga terlibat aktif dalam diplomasi pengakuan kedaulatan RI di awal merdeka baik sebagai menteri luar negeri maupun diplomat.

Haji Agus Salim wafat pada 4 November 1954. Presiden Sukarno menetapkannya sebagai pahlawan pasional pada 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 1961.

5. Abdul Muis

Abdul Muis lahir di Sungai Pua, Agam, Sumbar, pada 3 Juli 1886. Ia seorang sastrawan, politikus, dan wartawan Indonesia.

Abdul Muis merupakan pengurus besar Sarekat Indonesia dan pernah menjadi anggota Volksraad mewakili organisasi tersebut.

Abdul Muis adalah pahlawan nasional pertama yang dikukuhkan pemerintah Republik Indonesia.

Presiden Sukarno menetapkannya sebagai pahlawan pada 30 Agustus 1959 melalui Kepres Nomor 218 Tahun 1959.

6. Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman, pada 1772. Tuanku Imam Bonjol merupakan salah seorang pimpinan Pasukan Padri melawan tentara Belanda.

Di bawah kepemimpinannya kaum Padri berdamai dengan kaum adat dan kemudian bersama menghadapi Belanda. Ia wafat pada 6 November 1864.

Ia meninggal dalam pengasingan dan dimakamkan di Lotta, Pineleng, Minahasa, 6 November 1864.

Tuanku Imam Bonjol diangkat sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Soeharto berdasarkan Kepres Nomor 087/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973.

7. Muhammad Yamin

Muhammad Yamin lahir di Talawi, Sawahlunto pada 24 Agustus 1903. Ia merupakan sastrawan, sejarawan, budayawan, politikus dan ahli hukum. 

Ia merupakan salah satu perintis puisi modern Indonesia dan pelopor Sumpah Pemuda sekaligus pencipta imaji keindonesiaan yang mempengaruhi persatuan Indonesia.

Mohammad Yamin wafat di Jakarta pada 17 Oktober 1962. Ia diangkat sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Soeharto pada 6 November 1973 melalui Kepres Nompor 088/TK/Tahun 1973.

8. Rasuna Said

Hajjah Rangkayo Rasuna Said lahir di Maninjau, Agam, Sumbar,  pada 14 September 1910. Rasuna adalah pendidik, tokoh politik, pejuang emansipasi sejak zaman Hindia Belanda.

Rasuna Said adalah salah satu pendiri Persatuan Muslimin Indonesia (Permi). Di awal kemerdekaan, Rasuda said mewakili Sumatra Barat di KNIP.

Pada masa perang kemerdekaan, ia terlibat di Front Pertahanan Nasional. Rasuna Said wafat di Jakarta pada 2 November 1965 dan dimakamkan di TMP Kalibata.

Rasuna Said diangkat jadi Pahlawan Nasional oleh Presiden Soeharto melalui Keputusan Presiden No. 084/TK/Tahun 1974 Tanggal 13 Desember 1974.

9. Ilyas Ya’kub

H. Ilyas Ya’kub (juga ditulis Ilyas Yacoub) lahir di Asam Kumbang, Bayang, Pesisir Selatan, pada 14 Juni 1903.

Ia adalah salah seorang pendiri Persatuan Muslim Indonesia (Permi) yang berjuang menentang politik kolonial Pemerintah Hindia Belanda, sampai dibuang ke Digul hingga Australia.

Ilyas Yacoub ditetapkan sebagai pahlawan oleh Presiden BJ Habibie melalui Keputusan Presiden No. 074/TK/1999 tanggal 13 Agustus 1999.

10. Hazairin

Prof. Dr. Hazairin lahir di Bukittinggi, Sumatra Barat, pada 28 November 1906. Hazairin anak dari pasangan Zakaria Bahri asal Bengkulu dan Aminah (asli Minangkabau).

Ia adalah pakar hukum adat dan pernah menjabat menteri dalam negeri dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo.

Hazairin kemudian menjadi Guru Besar Hukum Adat dan Hukum Islam di Universitas Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi.

Hazairin wafat di Jakarta pada 11 Desember 1975. Ia dianugerahi pahlawan nasional oleh Presiden BJ Habibie melalui Keppres No. 74/TK/1999 tanggal 13 Agustus 1999.

11. Bagindo Aziz Chan

Bagindo Aziz Chan lahir di Padang pada 30 September 1910. Ia adalah wali kota Padang kedua di masa perjuangan. Diangkat jadi wali kota pada 15 Agustus 1946, setelah sebelumnya menjadi wakil wali kota.

Bagindo Aziz Chan gugur pada 19 Juli 1947 ditembak tentara Belanda, jelang Agresi Militer I.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar pahlawan nasional pada 2005 atas jasa-jasanya selama perjuangan melalui Keppres No. 82/TK/2005, 7 November 2005.

12. Adnan Kapau Gani

Adnan Kapau Gani Lahir di Palembayan, Agam, Sumatra Barat. AK Gani adalah seorang dokter, politisi dan tokoh militer Indonesia.

Ia pernah menjabat sebagai wakil perdana menteri  pada Kabinet Amir Sjarifuddin I dan Kabinet Amir Sjarifuddin II.

Berjuang sejak zaman Hindia Belanda, masuk tahanan di masa Jepang, saat perang kemerdekaan, ia banyak membantu perlengkapan militer melalui penyelundupan dari Singapura.

Ia meninggal dunia pada 23 Desember 1968 di Palembang, Sumatera Selatan, pada umur 63 tahun.

AK Gani ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007 melalui Kepres No . 066 / TK / Tahun 2007 Tanggal 6 November 2007.

13. Mohammad Natsir

Mohammad Natsir Dt Sinaro Panjang lahir di Alahan Panjang, Solok dari orang tua asal Maninjau, Agam. Ayahnya Idris Sutan Saripado, pegawai pemerintah sempat bertugas di Alahan Panjang dan ibunya, Khadijah.

Natsir merupakan pendiri sekaligus pemimpin partai politik Masyumi. Ia juga merupakan tokoh Islam terkemuka di Indonesia.

Natsir pernah menjadi menteri penerangan. Saat memimpin Masyumi di parlemen RIS, Natsir melontarkan mosi kembali ke negara kesatuan. Mosi Integral Natsir itu akhirnya diikuti parlemen dan semua negara bagian sehingga RIS bubar.

Natsir meninggal di pada 6 Februari 1993 di Jakarta pada usia 84 tahun. Pada 6 Novemver 2008, Presiden SBY menetapkan Natsir sebagai pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 041/TK/TH.2008

14. Buya Hamka

Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) lahir di Nagari Sungai Batang, tepi Danau Maninjau, Agam pada 17 Februari 1908.

Buya Hamka adalah ulama besar, pendidik, sastrawan dan pejuang kemerdekaan. Ia berkarir sebagai wartawan, penulis dan pengajar. 

Ia sempat berkecimpung di politik melalui Masyumi sampai partai tersebut dibubarkan. Ia juga menjabat sebagai ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama.

Hamka adalah putra ulama besar Minangkabau Syekh Dr. Abdul Karim Amrullah. Selama hidup ia menulis 94 buku, termasuk Tafsir Al Azhar.

Pada 2011, Presiden SBY mengangkat Buya Hamka sebagai pahlawan nasional, antara lain karena jasanya selama perang kemerdekaan melalui Keppres No. 113/TK/2011, tanggal 7 November 2011.

15. Ruhana Kuddus

Ruhana Kuddus, lahir di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat pada 20 Desember 1884. Ruhana merupakan kakak satu ayah Sutan Sjahrir.

Ruhana adalah wartawati pertama Indonesia dan pendiri Surat Kabar Soenting Melajoe. Ruhana aktif meningkatkan pendidikan dan keterampilan kaum perempuan dengan mendirikan sekolah Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang.

Ruhana wafat di Jakarta pada 17 Agustus 1972. Ruhana Kuddus ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 120/TK Tahun 2019 tanggal 7 November 2019.

16. Usmar Ismail

Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 20 Maret 1921, atau sekitar seabad yang lalu. Ia adalah tokoh ketiga kelahiran Bukittinggi yang diangkat sebagai pahlawan nasional setelah Bung Hatta dan Prof. Hazairin.

Film sebenarnya hanya salah satu kiprah Usmar Ismail. Ia adalah tokoh yang hampir lengkap. Usmar juga adalah seorang sastrawan, tokoh teater, wartawan, pejuang kemerdekaan berpangkat mayor dan pernah juga duduk di lembaga legislatif.

Lahir di Bukittinggi, Usmar masuk sekolah rendah dan kemudian HIS di Batusangkar. Ia kemudian melanjutkan ke MULO di Padang.

Di MULO ini Rosihan mulai bersahabat dengan Usmar. Keduanya, sama-sama melanjutkan sekolah ke Algemeen Midelbare School (AMS) di Yogyakarta. Saat belajar di sekolah ini, Usmar menyutradarai teater pertama kali.

Demikian 16 pahlawan nasional yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar) beserta profil singkatnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI