Ranah.co.id - Mulai hari ini, Kamis (1/12/2022), tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile mulai diberlakukan di Sumbar. Namun pemberlakuan tilang elektronik baru dimulai di Kota Padang saja.
Hal ini terang Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono dikarenakan sarana dan prasarana dalam persiapan tilang mobile ini relatif terbatas.
“Tapi minimal langkah awal ini adalah menjadi bagian penting pemahaman seluruh masyarakat Sumbar pada umumnya,” ujar Suharyono setelah melaunching tilang mobile di Polda Sumbar, Kamis (1/12/2022).
Ia menambahkan, bahwa tilang mobile ini bakal secepatnya diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Meski begitu, dengan sudah diberlakukannya di Kota Padang, setidaknya menginformasikan ke seluruh masyarakat.
“Bahwa Polri dalam melakukan penindakan pelanggaran lalu lintas telah dilakukan secara digital,” bebernya.
Suharyono menjelaskan, penerapan tilang mobile ini akan meminimalisir gesekan antara petugas dengan masyarakat. Sehingga image negatif terhadap Polantas dapat dihilangkan.
“Ini untuk minimalisir terjadinya kesalahpahaman antara petugas dan pelanggar lalu lintas. Polisi lalu lintas itu bersih, ini tujuannya,” ungkapnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol Hilman Wijaya menerangkan tilang mobile bisa diterapkan dimana saja karena kamera handphone dikendalikan oleh personel. Apabila ditemukan pelanggar lalu lintas, personel langsung memotret.
“Jadi kalau ada pelanggar langsung difoto ketika anggota patroli pakai sepeda motor maupun mobil patroli,” tutur Hilman.
Baca Juga: Matrix NAP Info Salurkan Sejumlah Bantuan bagi Korban Gempa Cianjur
Kemudian sebut Hilman, foto pelanggar lalu lintas akan di-upload ke sistem yang telah disiapkan. Data pengendara ditemukan sehingga surat tilang dapat segera dikirim ke alamat dengan mengunakan Kantor Pos Indonesia.
Diketahui, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar dalam penerapan tilang mobile tersebut menyiapkan 63 unit handphone yang nantinya digunakan personel lalu lintas. Sebelumnya, sosialisasi telah dilakukan selama dua minggu belakangan. (Irwanda Saputra)