2 Tahun Terhenti karena Pandemi Covid-19, Festival Cap Go Meh di Padang Kembali Digelar

Ranah

Rabu, 18 Januari 2023 | 09:35 WIB
2 Tahun Terhenti karena Pandemi Covid-19, Festival Cap Go Meh di Padang Kembali Digelar
Festival Cap Go Meh di Padang pada 2019 lalu. (Instagram @hoktektong_pdg)

Ranah.co.id - Sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi covid-19, Festival Cap Go Meh di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) kembali digelar.

Tahun ini, Festival Cap Go Meh ini bakal dilaksanakan pada 5 Februari 2023 dengan menampilkan beragam atraksi budaya.

Dalam festival ini, atraksi budaya ini tidak hanya berasal dari etnis komunitas Tionghoa saja. Akan tetapi juga menyatukan berbagai sisi mulai dari etnis Minangkabau, Jawa hingga Bali.

FestivalCap Go Meh tersebut merupakan puncak dari perayaan Festival Imlek yang sebelumnya telah diselenggarakan beberapa hari.

"Bagaimana festival ini seperti kirab budaya nusantara. Walaupun tidak tertampung semuanya, tapi ini bagian awal bahwa kami ingin menyampaikan komunitas Tionghoa merupakan komunitas di Nusantara ini," ujar salah seorang panitia Cap Go Meh Padang, Albert Indra Lukman, Selasa (17/1/2023).

Ia mengharapkan, melalui digelarnya Festival Cap Go Meh ini, bagaimana komunitas Tionghoa bisa berkontribusi terhadap pembangunan di Kota Padang maupun Sumbar. Maka dari itu, dalam festival ini kali pertama dua kongsi komunitas Tionghoa di Padang yakni HTT dan HBT bersatu.

"Sehingga tentu kami yang ingin memperlihatkan kontribusi tersebut secara internal kompak. Kami juga bisa bekerja sama dan bergotong royong. Sehingga selama ini ada suatu stigma terhadap komunitas Tionghoa di Kota Padang sepertinya tidak bisa kompak, ini juga ingin kami buat suatu kekompakan," bebernya.

Albert menambahkan, bahwa kegiatan Festival Cap Go Meh kali ini ada tema atau tujuan yang nanti terbuat di festival tersebut. Tidak hanya soal promosi pariwisata dan kemudian pelestarian nilai budaya, tetapi ada mungkin juga bagaimana kekompakan yang ingin ditampilkan.

"Adanya hal-hal kepercayaan dan keyakinan komunitas kelompok Tionghoa mengorbankan memperoleh suatu tujuan bersama," tuturnya.

Albert menerangkan, dalam Festival Cap Go Meh akan ada arak-arakan di kawasan Kota Tua. Para komunitas Tionghoa akan menampilkan dewa-dewa, serta penampilan barongsai hingga atraksi naga.

"Kemudian kita lihat kali ini, seperti tahun sebelumnya Satuan Brimob Polda Sumbar juga ikut berpartisipasi. Mereka akan menampilkan tarian naganya. Begitupun tarian naga komunitas Tionghoa," ucapnya.

Tidak itu saja, sebut Albert, kan ada penampilan wushu yang dipadukan dengan pencak silat khas Minangkabau. Sementara dari etnis Jawa menampilkan tarian reog serta Bali menunjukkan tarian api.

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Luhur Budianda mengatakan, bahwa Festival Cap Go Meh kali ini menggambarkan bahwa Sumbar sangat toleransi. Hal ini tentunya membantah hasil survei yang menyebutkan Sumbar intoleransi.

"Kita sangat bergandengan tangan. Semangat gotong royong komunitas Tionghoa bersama komunitas warga kita dan Jawa. Toleransi bersama kitakita," ujarnya.

Selain itu kata Budi, melalui Festival Cap Go Meh ini tentunya akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sumbar. Festival ini sangat memberikan hiburan bagi masyarakat setelah dua tahun terhenti karena pandemi covid-19.

"Kalau kita lihat selama lima hari Festival Imlek, setiap hari, tapi tidak dipastikan karena tempat terbuka itu kunjungan lebih dari 10 ribu. Dengan Festival Cap Go mMeh, maka sepanjang rute karnaval wisatawan akan memadati," terangnya. (Irwanda Saputra)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

9 Bakal Calon DPD RI Asal Sumbar Lolos Verifikasi Administrasi, Termasuk Sekretaris Peradi Padang

9 Bakal Calon DPD RI Asal Sumbar Lolos Verifikasi Administrasi, Termasuk Sekretaris Peradi Padang

Sumbar | Senin, 16 Januari 2023 | 10:19 WIB

Wako Padang dan Pj Wako Pekanbaru Saling Curhat Soal Tol hingga Sebut Pekanbaru Miris Potensi Wisata

Wako Padang dan Pj Wako Pekanbaru Saling Curhat Soal Tol hingga Sebut Pekanbaru Miris Potensi Wisata

| Minggu, 15 Januari 2023 | 15:20 WIB

Kecelakaan Maut di Jalur Padang-Bukittinggi, 2 Orang Tewas dan Satu Korban Kritis

Kecelakaan Maut di Jalur Padang-Bukittinggi, 2 Orang Tewas dan Satu Korban Kritis

Sumbar | Sabtu, 14 Januari 2023 | 15:55 WIB

Terkini

Pemkot Yogyakarta Tancap Gas Hapus Bentor, Dorong Peralihan ke Becak Listrik

Pemkot Yogyakarta Tancap Gas Hapus Bentor, Dorong Peralihan ke Becak Listrik

Foto | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:00 WIB

18 Kisah Terjal Menuju Kampus Impian di Buku Simfoni Mimpi Anak Negeri

18 Kisah Terjal Menuju Kampus Impian di Buku Simfoni Mimpi Anak Negeri

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:00 WIB

Bikin Terkejut! Titi DJ Bocorkan Rencana Konser Perdana Dee Lestari

Bikin Terkejut! Titi DJ Bocorkan Rencana Konser Perdana Dee Lestari

Entertainment | Kamis, 04 Juni 2026 | 10:00 WIB

Krisis Air Bersih di Makassar, Apa Langkah PDAM Selanjutnya?

Krisis Air Bersih di Makassar, Apa Langkah PDAM Selanjutnya?

Sulsel | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:58 WIB

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Kabar Baik untuk Emak-Emak! Harga Cabai dan Bawang Merah Turun, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:53 WIB

Tren Minum Kopi Less Sugar hingga No Sugar Bisa Jadi Bumerang untuk Kulit, Kok Bisa?

Tren Minum Kopi Less Sugar hingga No Sugar Bisa Jadi Bumerang untuk Kulit, Kok Bisa?

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:53 WIB

Murka Ronald Koeman Usai Belanda Ditekuk Aljazair di Rotterdam

Murka Ronald Koeman Usai Belanda Ditekuk Aljazair di Rotterdam

Bola | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:47 WIB

Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia

Rupiah Resmi Masuk Jurang ke Level Rp18.010 per Dolar AS, Pasar Menanti Langkah Bank Indonesia

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:46 WIB

Bukan Lagi Urusan TPA, Kini Sampah Adalah Urusan Kita Semua

Bukan Lagi Urusan TPA, Kini Sampah Adalah Urusan Kita Semua

Your Say | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:46 WIB

Terbangun karena Hawa Panas! Warga Berhasil Menyelamatkan Diri Saat 30 Rumah di Johar Baru Terbakar

Terbangun karena Hawa Panas! Warga Berhasil Menyelamatkan Diri Saat 30 Rumah di Johar Baru Terbakar

News | Kamis, 04 Juni 2026 | 09:43 WIB