Ranah.co.id - Febri Diansyah, Penasehat Hukum (PH) Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi jadi sorotan publik lantaran berkumis.
Bahkan, penampilan beda mantan Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai vonis mati Ferdy Sambo dan vonis 20 tahun penjara Putri Candrawathi jadi olok-olokan netizen.
Salah satu komentar di media sosial atas penampilan Febri tersebut, yaitu Jhon Sitorus.
Dalam cititannya di twitter, Jhon menyarankan Febri ntuk rehat sejenak. Terlebih, sosok Febri dinilai sudah lelah setelah menjalani proses persidangan yang panjang dalam membela kliennya, Sambo.
Cuitan Jhon itu juga dibarengi tangkapan layar sosok Febri Diansyah dan rekannya, Arman Hanis, saat diwawancarai selepas sidang vonis Putri Candrawathi.
Atas penampilan Febri berkumis itu, Jhon mengaku kaget, karena baru pertama kali melihat penampilan Febri seperti itu, dan Jhon meminta agar Febri beristirahat dan memulai membahagiakan diri sendiri.
"Bang Febri Diansyah, rehatlah dulu sejenak. Baru kali ini kulihat kau bekumis, jangan lupa bahagiakan diri sendiri," tulis Jhon dalam cuitannya yang diposting Senin (13/2/2023).
Selain itu, Jhon juga turut memuji dan mengapresiasi profesionalisme Febri Diansyah dalam bekerja sebagai kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Meski pada akhirnya, majelis hakim menjatuhkan vonis yang berat pada kedua klien Febri atas kasus pembunuhan berencana.
"Di balik vonis 20 tahun Putri Candrawathi ini, perlu apresiasi juga untuk profesionalitas Anda," ucap Jhon.
Cuitan Jhon Sitorus tentan Febri Diansyah pun menuai beragam komentar warganet. Hingga berita ini dipublikasikan, cuitan itu telah mendapatkan ratusan tanda suka.
Warganet juga langsung menuliskan beragam pendapat di kolom komentar. Banyak dari mereka yang justru melontarkan sindiran karena Febri mau membela Sambo dan Putri.
"Kan masih pandemi. Bisa jadi beliau berkumis karena selalu bermasker," komentar warganet.
"Haha kena tampar wajah Febri dan JPU di kasus Sambo ini," sentil warganet.
"Profesional tapi sering pansos kasus cari dukungan di medsos," sindir warganet.
"Awal karier menjadi pengacara, yang biasanya dulu menetapkan tersangka di KPK, ditandai kliennya divonis lebih berat dari tuntutan jaksa. Sungguh hasil yang sangat mengecewakan," tulis warganet.