Kapan Puasa Sya'ban 2025? Ini Jadwalnya, Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya!

Riki Chandra Suara.Com
Kamis, 30 Januari 2025 | 18:59 WIB
Kapan Puasa Sya'ban 2025? Ini Jadwalnya, Lengkap dengan Niat dan Keutamaannya!
Ilustrasi Puasa. (Unsplash)

Suara.com - Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan awal bulan Sya'ban 1446 H jatuh pada hari Jumat, 31 Januari 2025. Penetapan ini didasarkan pada metode istikmal karena hilal belum terlihat di seluruh wilayah Indonesia pada Rabu, 29 Januari 2025.

"Berdasarkan minimal lima metode ilmu falak qath'iy, maka pada Rabu Legi 29 Rajab 1446 H atau 29 Januari 2025 M, kedudukan hilal di seluruh Indonesia masih berada di bawah ufuk. Dengan demikian, awal Bulan Sya'ban 1446 H ditetapkan pada Jumat Pon, 31 Januari 2025," demikian isi surat keputusan PBNU yang ditandatangani oleh Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Simil Wafa dan Sekretaris H Asmu'i Mansur.

Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa Sya'ban sebagai bentuk persiapan spiritual menuju bulan suci Ramadhan. Lantas, kapan puasa sunnah ini bisa dimulai dan apa saja keutamaannya?

Melaksanakan puasa Sya'ban memiliki keutamaan yang besar dalam Islam. Rasulullah SAW dikenal memperbanyak ibadah puasa pada bulan ini yang berada di antara Rajab dan Ramadhan.

Mengutip dari berbagai sumber, dalam kitab Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadi-în, Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa salah satu keutamaan puasa Sya'ban adalah mendapatkan syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA dalam hadits yang tercatat dalam Shahih Al-Bukhari:

"Aku tidak melihat Rasulullah SAW berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku tidak melihat beliau banyak berpuasa kecuali pada bulan Sya'ban."

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Ketika Sya'ban sudah melewati separuh bulan, maka janganlah kalian berpuasa." (HR Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, dan Ibnu Majah).

Hadits ini menunjukkan bahwa puasa Sya'ban sebaiknya dilakukan sejak awal bulan dan maksimal hingga tanggal 15 Syaban. Jika seseorang tidak berpuasa sejak awal, maka tidak dianjurkan berpuasa setelah pertengahan bulan kecuali dalam beberapa keadaan, seperti:

- Meneruskan puasa dari hari-hari sebelumnya.
- Bertepatan dengan kebiasaan puasa sunnah (Senin-Kamis atau puasa Dawud).
- Melaksanakan puasa nazar atau qadha.

Bacaan Niat Puasa Syaban

Sebelum berpuasa, umat Islam disunnahkan untuk membaca niat puasa Syaban, baik dalam hati maupun secara lisan:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَعْبَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma sya'bâna lilâhi ta'âlâ.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI