Suara.com - Bulan Sya'ban adalah salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa dalam ajaran Agama Islam.
Terletak di antara bulan Rajab dan Ramadhan, Sya'ban sering kali disebut sebagai bulan yang terlupakan, padahal di dalamnya tersimpan curahan rahmat dan peristiwa bersejarah, termasuk malam Nisfu Sya'ban yang penuh ampunan.
Bagi kaum mukminin, Sya'ban adalah gerbang utama untuk memanaskan mesin spiritual sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Berikut adalah ulasan mendalam mengenai keutamaan dan rangkaian amalan yang dianjurkan untuk mempertebal keimanan di bulan ini:
1. Memperbanyak Puasa Sunnah: Tradisi Rasulullah SAW
Salah satu karakteristik utama bulan Sya'ban adalah anjuran untuk meningkatkan frekuensi puasa sunnah. Rasulullah SAW bersabda:
"Bulan Rajab adalah bulan Allah, bulan Sya'ban adalah bulanku, dan bulan Ramadhan adalah bulan umatku."
Dalam kitab Tuhfatul Ikhwan, Imam Fasyani menjelaskan bahwa disebutnya Sya'ban sebagai "Bulan Nabi" karena pada periode ini, hamba yang bertaubat sangat membutuhkan syafaat beliau. Selain itu, Sya'ban merupakan waktu di mana amal ibadah manusia selama setahun diangkat dan dilaporkan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW sangat menyukai momen pelaporan amal tersebut terjadi saat beliau dalam kondisi berpuasa (HR Abu Dawud dan Nasa’i).
Aisyah RA juga memberikan kesaksian bahwa intensitas puasa sunnah Nabi Muhammad SAW mencapai puncaknya di bulan Sya'ban dibandingkan bulan-bulan lainnya di luar Ramadhan.
2. Syahrul Qurra: Bulan Para Pembaca Al-Qur'an
Baca Juga: Doa Akhir Tahun 2025 dan Awal Tahun 2026, Lengkap Arti dan Waktu untuk Membacanya
Tradisi para ulama salaf terdahulu menjadikan Sya'ban sebagai momentum untuk "akrab" kembali dengan kitab suci Al-Qur'an. Begitu tingginya intensitas tadarus di bulan ini, hingga Sya'ban dijuluki sebagai Syahrul Qurra’ atau bulannya para ahli Al-Qur'an.
Salamah bin Kuhail dan para ulama lainnya, seperti Amar bin Qais al-Mula’iy, dikisahkan bahkan rela menutup usaha atau tokonya demi memfokuskan waktu untuk mendalami ayat-ayat suci.
Dikutip via NU Online, Syaikh Ahmad bin Hijazy menekankan bahwa para pendahulu saleh mengisi Sya'ban dengan bacaan Al-Qur'an untuk mendamaikan hati.
Setidaknya, bagi umat Islam secara umum, disarankan untuk mengulang kembali hafalan-hafalan pendek atau surat-surat utama sebagai bentuk penghormatan terhadap kemuliaan bulan ini.
3. Memperbanyak Shalawat: Menjemput Syafaat Nabi
Keistimewaan lain yang jarang diketahui adalah bahwa perintah bershalawat—sebagaimana termaktub dalam Surat Al-Ahzab ayat 56—diturunkan pada bulan Sya'ban. Oleh karena itu, Ibnu Abi Shai Al-Yamani menyebut Sya'ban sebagai "Bulan Shalawat".