Ushallî sunnatal khusûf rak'ataini makmûman lillâhi ta'âlâ.
Artinya: "Saya niat sholat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai makmum karena Allah SWT."
Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Langkah demi Langkah
Sholat gerhana memiliki tata cara yang unik dan berbeda dari sholat sunnah lainnya.
Sholat ini terdiri dari dua rakaat, namun setiap rakaat memiliki dua kali berdiri, dua kali membaca surat, dan dua kali rukuk.
Menurut Buya Yahya, sholat ini disunnahkan untuk dilakukan secara berjamaah, namun sah juga jika dilakukan sendiri.
Berikut adalah panduan langkah demi langkahnya:
1. Niat dan Takbiratul Ihram: Memulai sholat dengan niat di dalam hati yang dibarengi dengan takbiratul ihram ("Allahu Akbar").
2. Membaca Doa Iftitah dan Al-Fatihah:
Setelah takbir, membaca doa iftitah, kemudian dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah dan surat panjang lainnya (dianjurkan membaca surat yang panjang). Bacaan pada sholat gerhana bulan disunnahkan untuk dikeraskan (jahr).
3. Rukuk Pertama: Melakukan rukuk sambil memperpanjang bacaan tasbih di dalamnya.
4. I'tidal dan Berdiri Kembali: Bangkit dari rukuk (i'tidal), kemudian tidak langsung sujud, melainkan berdiri kembali dan bersedekap.
5. Membaca Al-Fatihah (Kedua kalinya): Membaca kembali Surat Al-Fatihah diikuti dengan surat lain yang lebih pendek dari sebelumnya.
6. Rukuk Kedua: Melakukan rukuk yang kedua, dengan bacaan tasbih yang lebih singkat dari rukuk pertama.
7. I'tidal dan Sujud: Bangkit dari rukuk kedua untuk i'tidal, kemudian dilanjutkan dengan dua kali sujud seperti sholat biasa.
8. Rakaat Kedua: Bangkit untuk rakaat kedua dan mengulangi semua gerakan seperti pada rakaat pertama (dua kali berdiri, dua kali membaca surat, dan dua kali rukuk).
9. Tasyahud Akhir dan Salam: Setelah sujud kedua di rakaat kedua, lakukan duduk tasyahud akhir dan diakhiri dengan salam.
Setelah Sholat: Khutbah dan Amalan Lainnya
Setelah selesai melaksanakan sholat gerhana secara berjamaah, sangat dianjurkan (sunnah muakkadah) bagi imam untuk menyampaikan dua khutbah.
Isi khutbah ini umumnya berisi nasihat ketakwaan, pengingat akan tanda-tanda kekuasaan Allah, serta ajakan untuk bertaubat, beristighfar, dan memperbanyak sedekah.
Selama durasi gerhana berlangsung, yaitu sekitar 1 jam 22 menit pada 7 September 2025 nanti, perbanyaklah amalan-amalan berikut:
- Berdoa: Memanjatkan doa dan permohonan kepada Allah SWT.
- Berdzikir: Mengingat Allah dengan lafal tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir.
- Beristighfar: Memohon ampunan atas segala dosa.
- Bersedekah: Mengeluarkan sebagian harta untuk membantu sesama.
Fenomena Blood Moon pada 7 September 2025 adalah momen yang sangat istimewa. Jangan biarkan ia berlalu begitu saja sebagai fenomena langit.
Jadikanlah ia sebagai momentum untuk refleksi spiritual dan mendekatkan diri kepada Sang Khalik.
Ajak keluarga, sahabat, dan tetangga untuk bersama-sama menghidupkan sunnah Rasulullah SAW ini di masjid terdekat atau bahkan di rumah.
Sudahkah Anda siap menyambut peristiwa agung ini dengan ibadah terbaik? Mari bagikan persiapan dan rencana Anda di kolom komentar di bawah ini