Menurutnya, review buruk yang disampaikan Tasyi dilontarkan tanpa melakukan riset, imbasnya penjualan usaha tersebut langsung drop.
"Dan jujur aja nih penjualan saya drop dengan amat sangat. Padahal saya mempunyai 10 karyawan yang bertahan hidup dengan usaha yang sudah berjalan di tahun ke 4 ini," jelasnya.
Ia sempat menegur Tasyi melalui pesan pribadi di Instagram, namun sama sekali diberi tanggapan apapun. Kini, seluruh outlet dari usaha yang telah dirintis dari tahun 2016 itu harus tutup hingga akhirnya ia hanya bisa berjualan online.
"Dari punya outlet 5 tempat, karyawan 14 orang, habis video itu beredar omset toko langsung anjlok dalam hitungan 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, skrg bangkrut ga ada," pungkasnya.
Pengakuan ini langsung mendapatkan banyak tanggapan dari netizen. Banyak yang gak menyangka jika review buruk Tasyi juga pernah membuat sebuah bisnis rugi besar. Menanggapi hal ini, mantan karyawan Tasyi yang tak mau diungkap namanya smpat buka suara, menurutnya tudingan tersebut terlalu berlebihan.
"Sebenernya yang soal usaha tutup kayaknya berlebihan sih," ujarnya, melalui keterangan yang diterima redaksi Rumpita.
"Dia (Tasyi) pernah bonus endorse, misal makanannya enak endorsenya bonus satu gitu," imbuhnya.
Baca Juga: 5 Jenis Sayuran yang Baik untuk Kesehatan Anak, Orang Tua Wajib Baca!