ACT Bermasalah, Pengamat Salahkan Pemerintah

Selebtek

Sabtu, 09 Juli 2022 | 16:06 WIB
ACT Bermasalah, Pengamat Salahkan Pemerintah
suara.com

Selebtek.suara.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) menjadi perbincangan hangat lantaran dianggap telah menyelewengkan dana umat. Bahkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) telah membekukan beberapa rekening yang terkait dengan lembaga filantropi tersebut dan jumlahnya rekeening yang dibekukan terus bertambah. 

Menanggapi kasus ACT, Peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM Hempri Suyatna mengatakan, apa yang dilakukan oleh ACT merupakan bentuk kapitalisasi kemiskinan atau menjual kemiskinan untuk mendapatkan iba.

Para pelaku dalam organisasi itu menggelorakan berjuang dengan kaum miskin, namun ternyata dananya diselewengkan untuk kepentingan sendiri.

Justru dimodifikasi dan menjadi komoditas untuk mendapatkan keuntungan," terangnya, Jumat (8/7/2022). 

"Masyarakat mudah berderma, berzakat. Hemat saya, harus lebih hati-hati. Kemudian, lihat rekam jejak kelembagaan yang ada," saran Hempri. 

Dengan teliti dalam menderma, sumbangan yang disalurkan ke masyarakat lewat lembaga tersebut tepat sasaran dan pemerintah harus memberikan kontrol pengawasan lebih kuat ketat pada lembaga sosial. Dengan demikian, kapitalisasi kemiskinan bisa diminimalisasi.

Selain melihat rekam jejak masing-masing lembaga, masyarakat juga bisa mempercayakan sedekah mereka kepada organisasi yang lebih besar seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama dan organisasi lain yang ada di tingkat masyarakat. Kalau dari level kecil, misalnya melalui takmir masjid.

"Mungkin dari lingkungan diri sendiri dahulu, dorong perkuat masjid dan gereja. Dana umat untuk sedekah mengurangi kemiskinan sepertinya lebih efektif, daripada [yang sasaran sedekahnya] jauh-jauh," terangnya.

Menurut Hempri saat ini kontrol pemerintah masuk kurang terhadap lembaga pengelolaan dana umat. Bahkan bisa dibilang nyaris tidak ada. Yayasan atau lembaga harus diaudit, diberi pembinaan dan dicermati. Kalaupun layanan derma dilakukan lewat sebuah platform, ada kontrol menyangkut kredibilitasnya.

"Praktik di tingkat bawah, banyak bentuk modifikasi kapitalisme kemiskinan. Saya seringkali dapat pesan WhatsApp atas nama lembaga zakat tertentu, disalurkan ke anak yatim. Kadang enggak jelas," ungkapnya. 

Ditanyai soal pengelola lembaga yang mengambil 13,5% dari dana yang disetorkan untuk koordinasi internal dan administrasi, menurut Hempri, jumlah itu muncul karena selama ini tidak ada ukuran standardidasinya. 

"Pemerintah buat standardisasi terlebih dahulu, terkait yayasan maksimalnya ambil berapa dari dana umat untuk administrasi?," lanjut dia.

Sumber: Suarajogja.id

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Selidiki Dugaan Bos ACT Gunakan Dana Korban Kecelakaan Lion Air untuk Pribadi

Polisi Selidiki Dugaan Bos ACT Gunakan Dana Korban Kecelakaan Lion Air untuk Pribadi

Jabar | Sabtu, 09 Juli 2022 | 15:11 WIB

Heboh Dugaan ACT Selewengkan Dana Umat, Pengamat: Kontrol Pemerintah ke Lembaga Pengelola Sangat Minim

Heboh Dugaan ACT Selewengkan Dana Umat, Pengamat: Kontrol Pemerintah ke Lembaga Pengelola Sangat Minim

Jogja | Sabtu, 09 Juli 2022 | 15:06 WIB

Berkaca ke Kasus ACT, Sosiolog: Lembaga Filantropi Perlu Transparansi untuk Kembalikan Kepercayaan Publik

Berkaca ke Kasus ACT, Sosiolog: Lembaga Filantropi Perlu Transparansi untuk Kembalikan Kepercayaan Publik

Batam | Sabtu, 09 Juli 2022 | 14:49 WIB

Terkini

Diduga Tercemar, Sungai Ciujung Berubah Hitam dan Berbau

Diduga Tercemar, Sungai Ciujung Berubah Hitam dan Berbau

Foto | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:00 WIB

Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Tak Hanya Listrik, Limbah Panas Bumi Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:59 WIB

KPK Pilih 'Rem Darurat', Serahkan Pengusutan Korupsi Makan Bergizi Gratis ke Kejaksaan Agung

KPK Pilih 'Rem Darurat', Serahkan Pengusutan Korupsi Makan Bergizi Gratis ke Kejaksaan Agung

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:56 WIB

Kemhan Gembleng 35.476 Pengelola Koperasi Desa di Markas TNI, Ini Bocoran Materi Latsarmil 45 Hari

Kemhan Gembleng 35.476 Pengelola Koperasi Desa di Markas TNI, Ini Bocoran Materi Latsarmil 45 Hari

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:41 WIB

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di Level 5,50 Persen, Apa Pertimbangannya?

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga di Level 5,50 Persen, Apa Pertimbangannya?

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:40 WIB

Dibuang Sayang,  Cairkan Maskara Kering dengan 5 Trik Mudah Ini

Dibuang Sayang, Cairkan Maskara Kering dengan 5 Trik Mudah Ini

Lifestyle | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:39 WIB

Jelang Pengumuman MSCI, Simak Saham-saham yang Layak Dilirik Hari Ini

Jelang Pengumuman MSCI, Simak Saham-saham yang Layak Dilirik Hari Ini

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:39 WIB

Xiaomi TV A Pro 32 2026 Rilis: Smart TV QLED Rp2 Jutaan dengan Warna Memukau dan Fitur Lengkap

Xiaomi TV A Pro 32 2026 Rilis: Smart TV QLED Rp2 Jutaan dengan Warna Memukau dan Fitur Lengkap

Your Say | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:35 WIB

Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang

Singo Edan Kian Garang: Hansamu Yama Resmi Menetap, Si Anak Hilang Kembali Pulang

Malang | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:28 WIB

Inggris Kalahkan Kroasia, Harry Kane Tampil Sempurna di Mata Thomas Tuchel

Inggris Kalahkan Kroasia, Harry Kane Tampil Sempurna di Mata Thomas Tuchel

Bola | Kamis, 18 Juni 2026 | 07:28 WIB