Selebtek.suara.com - Ibunda Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak, membeberkan fakta mengenai hubungan putranya dengan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Chandrawati.
Hal itu diungkap Rosti di hadapan jenazah Brigadir J. Momen tersebut dibagikan Rohani Simanjuntak yang merupakan bibi Brigadir J melalui video yang diunggah di akun Facebooknya pada Senin (11/7/2022).
Dalam video tersebut terlihat Rosti meratapi kematian anaknya. Ia kemudian memaparkan sejumlah fakta mengenai hubungan anaknya dengan Ferdy Sambo dan istri.
Rosti mengatakan, istri Ferdy Sambo adalah sosok yang baik karena sering memberi uang ke adik Brigadir J setiap berkunjung ke rumah Kadiv Propam itu.
Rosti mengatakan, istri Ferdy Sambo sering memanggil adik Brigadir J untuk main ke rumahnya.
"Kutanya adik, baik kali ibu (istri Ferdy Sambo) itu, dikasihnya adikmu itu uang Rp10 juta kalau datang," kata Rosti dikutip dari YouTube Kompas TV.
Uang itu lalu dipakai adik Brigadir J untuk membayar kos karena biaya menyewa kamar kosnya yang mahal.
Menurut Rosti, Ferdy Sambo dan istrinya sangat menyayangi Brigadir J karena sikapnya yang baik dan jujur.
Kebaikan Ferdy Sambo dan istri menurut Rosti, menimbulkan kecemburuan dari rekan ajudan yang lain.
Baca Juga: Arema FC Juara Piala Presiden 2022, Eduardo Almeida Tak Akan Lupakan Jasa Aremania
"Jadi cemburunya orang itu karena bapak (Ferdy Sambo) dan ibu (istri Ferdy Sambo) itu menyayangi kalian," ujar dia.
Rosti juga mengungkap Brigadir J sering berada di rumah Ferdy Sambo karena diminta Ferdy Sambo dan istrinya untuk datang.
"Sering saya video call, lagi di rumah ibu aku mak. Masa di rumah ibu terus, boleh apa nak. Ya ibu yang manggil sama bapak. Kalau ga datang ditelepon terus," ucap Rosti menirukan percakapan dengan Brigadir J.
Brigadir J tewas ditembak Bharada E di Rumah Dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/7/2022) sekira pukul 17.00 WIB.
Brigadir J merupakan sopir istri Ferdy Sambo, sedangkan Bharada E merupakan ajudan daripada Ferdy Sambo.
Pihak keluarga curiga ada kejanggalan pada kasus kematian anaknya. Mereka akhirnya melayangkan laporan atas dugaan pembunuhan berencana di balik kematian putranya ke Bareskrim Polri.(*)