4. Braga Fashion Week
Sebuah merek fesyen lokal di Bandung, Tootsie, memprakarsai ajang fashion show jalanan seperti di Jakarta. Kegiatan itu disebut Braga Fashion Week, karena digelarnya di trotoar juga zebra cross yang membelah pertigaan Jalan Braga dan Asia Afrika.
Perbedaannya dengan Citayam Fashion Week, apa yang digelar di Bandung ini lebih tertata dan berkonsep. "Acaranya lebih terkonsep temanya every color has a story. Setiap warna ada cerita. Jangan takut berbeda karena perbedaan itu," kata pendiri Tootsie, Weta Tri Herlaini.
"Acaranya lebih terkonsep temanya every color has a story. Setiap warna ada cerita. Jangan takut berbeda karena perbedaan itu," kata pendiri Tootsie, Weta Tri Herlaini.
Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak bermaksud untuk menjadi tandingan Citayam Fashion Week, melainkan untuk menunjukkan gaya busana ala anak muda Kota Kembang.
5. Semarang
Trend Citayam Fashion Week menjadi tren juga di Semarang. Sejumlah kaum muda berlenggak-lenggok di jalan zebra cross kawasan Simpang Lima Kota Semarang, Jawa Tengah saat diberlakukannya car free day (CFD).
Para Muda mudi di Kota Semarang tampil stylish dengan memakai outfit hingga baju dan sepatu heels yang fashionable bak super model.
6. Jogja
Baca Juga: Guru SD Negeri di Kediri Jadi Tersangka Kasus Kekerasan Seksual terhadap Tujuh Murid
Di Yogyakarta ajang pamer gaya busana di jalanan ini dilakukan oleh kalangan perempuan remaja dan dewasa. Mereka tampil percaya diri dengan mengusung tema tradisional dalam Malioboro Fashion Week.
Mereka mengenakan kebaya yang dipadukan dengan kain batik dan alas kaki berbagai jenis, sekumpulan perempuan ini terlihat elegan, seperti baru saja keluar dari gedung menghadiri pesta pernikahan.
Aksi ini banyak mendapat dukungan dari warganet, bahkan pemerintah daerah DIY. Selain terlihat lebih rapih, mereka juga mengedepankan unsur lokalitas dan budaya.
7. Malang
Di Kota Malang, Jawa Timur, kegiatan sejenis Citayam Fashion Show juga digelar di kawasan Kayutangan Heritage, Jalan Basuki Rahmat.
Seperti di lokasi-lokasi lain, Kayutangan Street Style ini juga memanfaatkan zebra cross sebagai catwalk mereka.