Selebtek.suara.com - Tama Halu, selaku pencipta lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet, akhirnya mengubah lirik lagu yang menuai kontroversi tersebut.
Lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet ciptaan Tama Halu tengah viral di sosial media, namun menuai protes dari warga Lamongan, terutama para pemuka agama.
Para pemuka agama tidak terima sosok ulama besar, Joko Tingkir, dijadikan parodi dalam lagu ciptaan Tama Halu.
Menanggapi kontroversi tersebut, Tama Halu menyampaikan permintaan maaf secara resmi melalui kanal YouTube miliknya.
Tama Halu mengaku bersalah karena tidak tahu sosok Joko Tingkir, namun ia menyebut tidak punya niat untuk melecehkan nama besar tokoh itu.
"Tidak ada niatan saya untuk melecehkan nama beliau. Saya akui karena saya tidak tahu dan kurang paham di balik sosok nama besar beliau. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," katanya.
Dia mengatakan sudah mengubah lirik dari lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet yang menuai kontroversi tersebut.
"Dan saya juga di channel saya, sudah mengubah liriknya tidak menggunakan Joko Tingkir lagi. Dan tolong dimaafkan ketidaktahuan saya tentang Joko Tingkir," ungkap Tama Halu.
Tama Halu berharap permintaan maafnya ini bisa diterima oleh masyarakat dan para ulama.
Baca Juga: Puan Maharani Dukung Sikap Tegas Kapolri Copot Petinggi Polri yang Terlibat Praktik Ilegal
![Makam Joko Tingkir di Lamongan [Beritajatim]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2022/08/21/1-makam-joko-tingkir-di-lamongan.jpg)
"Semoga video permohonan maaf saya ini bisa diterima. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya," ungkap Tama Halu.
Seperti diketahui, lirik lagu Joko Tingkir Ngombe Dawet yang tengah viral di jagat maya ini beberapa kali menyebut nama Joko Tingkir bahkan dijadikan judul lagu.
Joko Tingkir sendiri merupakan tokoh agama yang menjadi guru para ulama di Nusantara.
Tidak hanya itu, Joko Tingkir pernah menjadi salah satu murid dari Raden Said alias Sunan Kalijaga.
Joko Tingkir tidak hanya dikenal oleh masyarakat Lamongan, tetapi juga dikenal oleh masyarakat sebagai sosok yang menurunkan banyak orang alim di tanah Jawa.(*)
Sumber: Suara.com