Selebtek.suara.com - Gus Samsudin mengaku selama ini hanya memiliki izin pijat. Ia bukanlah ahli pengobatan alternatif atau spiritual seperti kabar yang belakangan ini beredar.
"Memang izin yang saya pegang saat ini adalah izinnya itu pijat, karena setahu saya yang bisa diizinkan di Kemenkes itu pijat," ujar Gus Samsudin dikutip dari YouTube Cumicumi, Senin (29/8/2022), sebagaimana dilansir Suara.com.
Gus Samsudin berdalih, pijat sendiri adalah bagian dari ruqyah. Namun, ternyata hal itu berbeda izin praktiknya. Menurutnya itulah yang menjadi titik kesalahan padepokan yang dimilikinya.
"Dan pijat sendiri memang sebenarnya ada di pelajaran ruqyah yaitu memijat atau menekan di bagian titik akhirnya, tapi dalam praktiknya izinnya itu tidak sama. Jadi bukan kesalahan tempatnya, yang kurang pas di situ (izinnya)," terang Gus Samsudin.
Diketahui, akibat perseteruan Gus Samsudin dan Pesulap Merah, padepokan Nur Dzat Sejati digruduk warga yang meminta agar padepokan tersebut ditutup.
Warga menganggap Gus Samsudin telah menipu masyarakat karena mengaku memiliki kemampuan supranatural untuk mengobati orang sakit, padahal melakukan praktik pengobatan palsu.
Pemkab Blitarpun memutuskan menutup padepokan karena setelah diselidiki, padepokan tersebut belum memiliki izin sebagai taklim untuk para santri atau pun izin usaha kesehatan.
Membenarkan hal tersebut, Gus Samsudin mengakui kesalahannya. Ia juga mengambil hikmah agar bisa mengurus padepokannya kelak dengan semestinya.
"Alhamdulillah dengan kejadian ini bisa diambil hikmahnya, saya sendiri kan nggak terlalu paham perizinan," ujarnya.
Baca Juga: Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Ferdy Sambo Cs, Minta Penyidik Perjelas Anatomi Kasus Brigadir J
Kekinian, Gus Samsudin juga blak-blakan mengaku bukan orang sakti atau ahli supranatural seperti yang selama ini dikenal orang. Ia hanya berusaha mengobati pasien-pasien melalui pemijatan dan doa ditambah ramuan herbal.
"Saya ini bukan orang sakti lho, saya itu nggak bisa apa-apa, kita itu hanya berdoa, setelah kita berdoa bersama-sama," ucap Gus Samsudin.
"Tentunya doanya kita ambil dari Alquran dan sholawat, kita ambilkan dari kitab, nanti setelah didoakan ada (obat) herbalnya seperti madu dan kunir ini, itu untuk herbalnya setelah itu ya sudah," pungkasnya.
Gus Samsudin berharap kasusnya dengan Pesulap Merah berakhir damai dan tak ada lagi keributan. Pemilik padepokan Nur Dzat Sejati ini pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang ditimbulkannya.
"Saya atas nama pribadi memohon maaf untuk semua masyarakat Indonesia atas kegaduhan yang terjadi," kata Gus Samsudin.
Gus Samsudin mengatakan ada masalah lain yang lebih penting untuk diselesaikan. Ia berharap segala kegaduhan ini berhenti.
"Sudahlah, ada banyak masalah yang harus kita selesaikan, bukan hanya masalah seperti ini. Semoga kegaduhan ini berhenti dan tak berlanjut lagi," lanjutnya.(*)
Sumber: Suara.com