Selebtek.suara.com - Direktur Sosial dan Budaya Sahabat Polisi Indonesia, Tengku Zanzabela mendesak Najwa Shihab minta maaf kepada Polri terkait pernyataan soal gaya hedon polisi yang dianggap menyesatkan.
"Bijaklah berpikir dan bersikap, karena masih banyak polisi di daerah yang hidup jauh dari kata mapan. Coba lah hidup bersama dengan kondisi Polri lebih lama lagi. Pelajari dan cermati apa yang ada sebenarnya teliti secara komprehensif dan objektif," ujar Zanzabela dalam keterangan resminya kepada wartawan.
Namun kebanyakan masyarakat tidak sependapat dengan Sahabat Polisi dan malah memberikan dukungan untuk Najwa Shihab. Menurut mereka apa yang apa yang disampaikan putri ulama Quraish Shihab itu tidak ada yang salah
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri bahkan sempat menyatakan bahwa Polri tidak membungkam kritik dari publik. Institusi penegak hukum itu terbuka terhadap pendapat yang dirasakan masyarakat di lapangan.
"Jangan sampai polisi dicap anti kritik," ujar Sigit, dikutip dari YouTube KOMPASTV yang diunggah beberapa waktu lalu.
Menurut Kapolri, kritikan dari masyarakat diperlukan untuk mengetahui apa yang dipikirkan masyarakat tentang polisi.
"Yang berani mengkritik paling pedas untuk polisi jadi sahabatnya Kapolri," tegas Sigit.
Kapolri juga ingin memberi ruang kepada masyarakat sehingga polisi mengetahui apa yang dirasakan masyarakat dan harus diperbaiki oleh polri.
"Ini yang harus kita perbaiki, jangan jadi buruk muka cermin dibelah," tandasnya.(*)
Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Siap Bantu Mediasi Pemenuhan Hak Eks Karyawan Shopee