Fresh.suara.com - Belum lama ini, Najwa Shihab memberikan pernyataan pedas kepada institusi Kepolisian.Imbas dari kejadian ini, banyak yang pro dan kontra terhadap pernyataan Najwa.
Salah satu yang kontra terhadap pernyataan Najwa Shihab yakni Sahabat Polisi Indonesia. Direktur Sosial dan Budaya Sahabat Polisi Indonesia, Tengku Zanzabela meminta Najwa Shihab meminta maaf kepada Polri, karena pernyataan perempuan 45 tahun itu dianggap menyesatkan.
Di sisi lain, berbagai kritikan pun datang kepada institusi Kepolisian, hal ini lantaran adanya kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh atasannya, Ferdy Sambo yang tak kunjung usai.
Terkait hal itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo malah mengajak masyarakat bersikap berani menyuarakan kritik kepada institusi yang dipimpinnya.
Dengan memegang tanggung jawab dan amanah yang begitu besar, Listyo Sigit harus mendengarkan suara-suara rakyat untuk membenahi institusinya yang saat ini dinilai negatif oleh masyarakat.
Listyo Sigit pun mengaku siap mencopot anak buahnya yang melanggar hukum. Pernyataan Kapolri itu diunggah ulang oleh akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall pada Selas (20/9).
Ia juga menegaskan jika ada orang yang mengkritik Polri paling pedas, itu akan menjadi sahabat Kapolri.
“Dan karena masih ada ragu-ragu, saya sampaikan bahwa, Yang berani mengkritik paling pedas untuk Polisi, itu jadi sahabatnya Kapolri,” ucap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dikutip Selasa (20/9/22).
Listyo ingin memberikan ruang untuk masyarakat agar institusi tau apa yang menjadi keresahan publik dan nantinya akan diperbaiki jika itu dirasa perlu.
Baca Juga: Dari Mulut Kapolri Langsung! Ini Alasan Ibu PC Tidak Ditahan
“Saya sampaikan gitu sehingga saya ingin memberi, ruang kepada masyarakat untuk kita betul-betul pengen tahu,” tuturnya
“Apa yang dipikirkan masyarakat tentang Polisi, dan ini juga saya ajarkan pada anggota, yah ini harus kita diperbaiki,” jelas Listyo Sigit.
Ia pun memberikan perumpamaan kepada masyarakat yang artinya ‘seseorang yang menyalahkan keadaannya yang buruk kepada orang lain, padahal kesalahannya sendirilah yang menyebabkan keadaannya’.
“Jangan istilah buruk muka cermin dibelah, itu nggak boleh,” ujarnya.