Selebtek.suara.com - Irjen Purnawirawan Ricky Sitohang blak-blakan menyebut ia cukup heran dengan melesatnya jabatan Ferdy Sambo. Padahal masih banyak orang yang lebih pintar di angkatan mantan Kadiv Propam Polri itu.
Ricky Sitohang menyebutkan bahwa terkejut karena Ferdy Sambo yang tak pernah menjadi Kapolda tiba-tiba berpangkat jenderal bintang dua.
"Saya gak tahu kriterianya Sambo itu apa, gak pernah jadi Kapolda juga tiba-tiba bintang dua," kata Ricky dalam wawancaranya di YouTube Rumah Uya, dikutip, Jumat (23/9/2022).
"Sementara senior-senior yang lain masih jauh di bawah dia," lanjut Ricky.
Menurutnya pengangkatan Sambo menjadi jenderal bintang dua itu menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan polri.
"Mbok urut kacang lah kan banyak tiap-tiap angkatan yang punya pengetahuan mumpuni, main loncat-loncat aja, akibatnya terjadi kecemburuan sosial," ujar Ricky.
Ricky juga menyebut masih banyak polisi-polisi bersih yang ada di institusi penegak hukum itu, namun sayangnya mereka tidak diberi kesempatan.
"Ada polisi yang berkualitas mumpuni, hebat dia, tapi dia tidak punya kesempatan. Padahal kalau dia didudukkan pada posisi itu jauh lebih hebat dia untuk membersihkan Polri itu sendiri," katanya.
"Tapi ternyata yang naik yang model-model Sambo itu," ujar Ricky.
Meski demikian, Ricky enggan menyebut hal itu terjadi karena ada geng di dalam Polri. Karena menurutnya itu hanya persepsi masyarakat.
Tapi ia mengakui kemampuan Sambo hingga bisa mencapai level setinggi itu. Ferdy Sambo disebut Ricky tidak pernah merasakan susah dan merasa semua bisa diaturnya, padahal masih banyak orang yang lebih berkualitas dari suami Putri Candrawathi itu.
"Dia bukan pintar, mintarin orang lain, pintar-pintar jilat muka," kata Ricky.
"Padahal di Mabes Polri ada yg otak-otak brilian, seorang konseptor tapi gak dapat kesempatan. Ini mudah2an jadi guru yang terbaik bagi SDM Mabes Polri untuk mencermati ini," ujarnya.
Perjalanan Karier Ferdy Sambo
Melansir Suara.com, Ferdy Sambo diketahui merupakan lulusan dari Akademi Kepolisian angkatan 1994. Usai menyelesaikan pendidikannya di Semarang, Sambo ditugaskan di Pama Lemdiklat Polri.
Satu tahun pengabdiannya di Pama Lemdiklat Polri, pada tahun 1995, Ferdy Sambo ikut dalam mutasi penugasan. Kali itu, ia ditugaskan di Pamapta C Polres Metro Jakarta Timur.
Performanya selama bertugas di Pamapta C Polres Metro Jakarta Timur berhasil membuatnya diangkat sebagai Ketua Tim Tekab Polres Metro Jakarta Timur.
Dua tahun setelah mutasinya ke Polres Metro Jakarta Timur pada 1997, Ferdy Sambo dimutasi jabatan sebagai Kepala Unit Resintel Polsek Metro Pasar Rebo Jakarta Timur. Ia juga sempat menjabat sebagai Kepala Unit Resintel Polsek Metro Cakung.
Performa pekerjaan Sambo meningkat dan berhasil membuatnya mendapatkan promosi jabatan sebagai Wakapolsek Metro Matraman Jakarta Timur.
Prestasi cemerlang yang berhasil disabet Ferdy Sambo ini juga membuat karier kepolisiannya semakin bersinar. Ia kembali naik jabatan pada tahun 2001 dan diamanahkan sebagai Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur.
Hampir 10 tahun berkarir di seputaran DKI Jakarta, Ferdy Sambo pun kembali dimutasi ke Bogor, Jawa Barat dan menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Bogor.
Sambo kembali mendapatkan promosi jabatan sebagai Kanit IV Satops I Ditreskrim Polda Jawa Barat pada tahun 2004. Satu tahun setelahnya, ia ditunjuk sebagai Kassubag Reskrim Polisi Wilayah Bogor.
Pada tahun 2008, Ferdy Sambo kembali dimutasi ke Jakarta dan menjabat sebagai Kepala Siaga Ops BiroOps Polda Metro Jaya. Pemindahan tugas lagi terjadi pada tahun 2009 saat dirinya kembali naik jabatan sebagai Kasat V Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Tahun 2010, karier Ferdy Sambo melesat saat dirinya mendapatkan jabatan sebagai Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Dua tahun kemudian, Ferdy Sambo mendapatkan promosi jabatan lagi sebagai Kapolres Purbalingga dan ditunjuk sebagai Kapolres Brebes pada tahun 2013. Dua tahun kemudia ia ditarik kembali ke Polda Metro Jaya sebagai Wadir Reskrimum. Ia juga pernah diangkat sebagai Kasubdit IV Dirtipidum Bareskrim Polri 3.
Jabatan terakhir yang ia jabat adalah Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan sejak 2020 hingga akhirnya ia diberhentikan dengan tidak hormat pada September 2022.(*)