Selebtek.suara.com - Traged Kanjuruhan menyisakan duka yang mendalam bagi berbagai pecinta sepak bola Tanah Air. tragedi Kanjuruhan Malang yang terjadi usai laga Arema FC menghadapi Persebaya, pada lanjutan Liga 1 2022 Sabtu (1/10/2022) malam.
Dalam laga itu, Arema FC tumbang dari Persebaya Surabaya 2-3 dalam laga yang bertajuk Derby Jawa Timur Suporter tuan rumah yang tak terima kekalahan tim kesayangannya langsung mengamuk selepas laga
Para suporter selanjutnya ke lapangan, situasi kemudian tidak terkendalikan. Pihak kepolisian yang kalah jumlah, melakukan aksi respons dengan menembakkan gas air mata ke tribune.
Situasi ini memperparah keadaan. Banyak penonton yang saling tindih dan bertumpuk-tumpukan karena panik dengan gas air mata hendak keluar
Mayoritas suporter Aremania yang meninggal mayoritas nyawanya tak tertolong di rumah sakita karena dalam kondisi yang memburuk setelah kerusahan terjadi.Mereka mayoritas sesak nafas akibat penumpukan massa, sehingga terinjak-injak karena panik akibat tembakan gas air mata,
Berdasarkan data terbaru disebutkan korban meninggal tragedi Kanjuruhan bertambah dari 127 orang menjadi 130 orang sementara 20 orang dalam kondisi kritis.
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang juga berimbas pada rusaknya 13 mobil. Belasan mobil tersebut terdiri dari mobil polisi dan mobil pribadi.
Dari 13 mobil yang rusak, 10 di antaranya adalah mobil dinas milik polri seperti mobil patroli, truk Brimob, patwal, K9. Sementara sisanya adalah mobil pribadi. Tiga mobil itu adalah dua sedan yang terbakar habis, sementara 1 mobil lagi adalah truk Brimob yang tidak terbakar seluruhnya.
Akibat tragedi Kanjuruhan ini, PT Liga Indonesia Baru menghentikan seluruh laga BRI Liga 1 selama sepekan ke depan.
Baca Juga: Perintah Khusus Jokowi Ke Kapolri: Usut Tuntas Tragedi Di Stadion Kanjuruhan