Selebtek.suara.com – Setelah ramai menjadi sorotoan, kini muncul sebuah video parodi yang menceritakan pegawai di dalam kantor polisi yang sedang membicarakan laporan KDRT yang dialami Lesti Kejora.
Video berdurasi lebih dari 1 menit ini mengambil tema drama Korea, mulai dari logat hingga pakaian yang digunakan.
Meskipun bertema Korea, namun bahasa yang digunakan adalah campuran Bahasa Sunda dan Korea yang dibuat seolah-seolah seperti Bahasa Korea.
Video itu diperankan oleh satu orang namun menggunakan atribut yang berbeda hingga tampak seperti beberapa orang.
Awalnya tampak seseorang yang diduga sebagai ayah dari Lesti yang baru selesai memberikan laporan. Si pembuat video memberikan nama Lesti Kim-Jora untuk Lesti.
Kemudian pegawai perempuan memberikan laporan kepada pegawai laki-laki yang meminta berkas laporan tersebut.
“dicekekimida,” ujar pegawai perempuan.
Pemeran pegawai perempuan yang dipanggil Hey-Jin itu juga mengatakan bahwa laporan ini akan ramai di media.
“Kok tega ya si Rizky, idupnya ga pernah ngaca,” Ujar salah satu pegawai.
Disana tampak pula pegawai lain yang sedang berada di depan mesin fotocopy.
“Gimana ya, kalo si emak tau,” pria itu mengeluh dengan keluhan khas drama Korea. “Pasti jadi masalah, bakal jadi bahan gibah,” tambah si pria.
Ghibahan dari para karyawan terhenti karena seseorang yang diduga ketua kepolisian datang dan menyuruh mereka kembali bekerja.
Banyak netizen yang memuji konten kreator dalam video tersebut karena kreatifitasnya yang membuat netizen terhibur.
“Turut prihatin dengan apa yg dialami Lesti, tapi ini konten beneran bikin ngakak bukan karna topiknya tapi Sunda logat Korea yg cucok itu,” komentar @tininatha.
“Kok keren haha.. ternyata Sundanese cucok yak jadi koreanese,” kata @anttiee.
“Ga ngerti artinya tapi kenapa tetep lucu,” kata @lakshinta.
“Ini orang kira-kira sudah khatam berapa drakor ya sampai bisa menjiwai begitu, Narik dahak kayak bapak-bapak koreanya mirip banget,” ujar @anak_uting.
Ada pula netizen yang membandingkan dengan kasus Prank Baim, seperti komentar salah satu netizen dengan akun @dhynarkuuu.
“Lucuan ini sih dripda yg bikin konten ngeprank polisi soal kdrt,” tulisnya.
“Inu lucu neng.. Krna menyuarakan hati emak emak.. Klo yg doyan bikin heboh mah parah.. Ngeprank polisi, kdrt jd becandaan lagi.. Mirismiris,” tulis @phytriee_oo.
Dibalik banyaknya komentar positif, ada pula netizen yang menganggap konten ini seolah tidak memiliki empati terhadap kasus yang saat ini sedang menimpa Lesti Kejora, seperti dilontarkan oleh akun @loejahku_wisanggeni.
“Dimana emphaty nya APA bedanya ini ma tetangga sebelah ya ..bisa bisanya buat lelucuan..kdrt bukan untuk guyonan,” tulisnya.
Akun @diskusi_hukum54 juga memiliki pendapat yang sama.
“Buat semua creator content tlg ya kasus lesti bukan jokes tlg emphatic nya , Hal ini bisa menimpa siapa saja,” komentar akun @diskusi_hukum54
“Ya ampun Indosiar baru rencana bikin konser "Kami bersama Lesti" yang menampilkan teman-temannya yang mengawali karir dari ajang kompetisi Indosiar,itupun banyak yang menghujat Indosiar. TV lain malah bikin begini,” kata @epihartati77.(*)