Gita Savitri Sebut Masyarakat Tak Berempati Atas Kasus Lesti Kejora

Selebtek | Suara.com

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 15:43 WIB
Gita Savitri Sebut Masyarakat Tak Berempati Atas Kasus Lesti Kejora
Rizky Billar dan Lesti Kejora (ANTARA)

Selebtek.suara.com - Gita Savitri merupakan seorang influencer, Blogger dan Youtuber Indonesia yang kini menetap di Jerman. Ia sempat viral karena pendapatnya yang setuju mengenai childfree atau tidak memiliki anak dari rahim sendiri.


Walaupun sempat dicibir karena pendapatnya ini, ia dan suaminya Paul Partohap tidak terlalu menggubris hal ini. Mereka mengaku sudah memiliki pemikiran matang mengenai keputusan yang telah dipilih.


Beberapa waktu lalu, Gita Savitri atau juga dikenal sebagai Gitasav memberi komentarnya mengenai masalah Lesti Kejora yang mencabut tuntutannya atas Rizky Billar yang melakukan KDRT. Ia menyayangkan pemikiran masyarakat yang masih banyak menyalahkan hingga merasa di prank oleh Lesti.


“Komentar-komentar yang annoying ini ya, membuka mata gua, menjadi wake up call buat gua pribadi bahwa ternyata ada banyak banget masyarakat kita yang masih gak paham sebenenya tentang complexity dan intricacies dari kasus kekerasan dalam rumah tangga atau kekerasan domestik,” kata wanita 30 tahun ini.


Wanita kelahiran Palembang ini menambahkan bahwa ada beberapa faktor yang menjadi penyebab sulitnya seorang wanita keluar dari suatu hubungan yang terbilang abusive atau kasar.


Bentuk kekerasan bukan hanya fisik namun juga mental, emosional, financial dan seksual. 
Secara logika, seseorang yang berada di dalam suatu hubungan yang salah akan langsung keluar dari hubungan itu. Namun hal ini ternyata berbeda dengan kenyataan yang sering terjadi. 


Ada beberapa alasan seorang wanita mewajarkan atau bahkan tidak menyadari kekerasan yang dilakukan pasangan.


1. Masih berada di fase denial

Seseorang yang sedang berada di dalam toxic relationship terkadang bisa menormalkan hal buruk yang dilakukan pasangannya. Korban bisa saja menganggap kekerasan yang dilakukan pasangannya karena dia sedang merasa lelah atau punya masalah yang sedang dipendam. Bahkan seorang korban bisa saja menyalahkan dirinya sendiri atas kejahatan yang dilakukan pasangannya.


2. Mengalami Gaslighting oleh partner

Gaslighting merupakan manipulasi pelaku terhadap korbannya agar mempertanyakan kembali pemikiran yang ia tegaskan.


Misalkan ketika seorang pria bersifat kasar dengan melempar sesuatu ke arah pasangannya, lalu pasangannya menganggap hal itu adalah bentuk kekerasan. Maka si pelaku akan bertindak seolah hal ini bukan lah kekerasan.


“Aku cuma ngelempar ke samping kamu kok, gak ke kamu,” ucap Gitasav yang memberikan penjelasan.


3. Mengalami beban berlapis

Dalam sebuah rumah tangga, biasanya wanita lah yang memegang peranan penting dalam mengasuh anak. Sedangkan laki-laki yang berkewajiban memberikan nafkah financial hingga menyediakan tempat tempat tinggal.


Dalam kondisi seperti inilah wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga seolah tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya bisa memendam perasaannya. Karena bisa saja korban berpikir jika dia melaporkan kekerasan yang dialami, bagaimana nanti ia dan anak-anaknya akan meneruskan kehidupan. 

Beban berlapis ini juga bisa terjadi karena culture masyarakat.

Dalam video yang diunggah di akun youtube nya itu, Gitasav menilai masih banyak masyarakat yang menganggap perceraian adalah sebuah aib. Karena itu lah wanita yang mengalami masalah kekerasan dalam rumah tangga enggan untuk berpisah karena takut dikucilkan oleh masyarakat sekitar.


Ia juga menambahkan bahwa adanya normalisasi hubungan toxic juga menjadi pemicu sulitnya seseorang keluar dari hubungan yang tidak sehat.


Seorang istri yang berada dalam suatu hubungan toxic bisa saja mengurungkan niatnya untuk berpisah karena alasan ini. Dalam kondisi ini korban biasanya dituntut untuk menahan apapun kondisi yang terjadi dalam suatu permasalahan rumah tangga. Terlebih lagi jika sudah memiliki anak.


Anak merupakan alasan terbesar seorang istri untuk tidak berpisah dengan suaminya yang bahkan telah melakukan kekerasan. Banyak seorang ibu yang tidak menginginkan anaknya tumbuh tanpa sosok seorang ayah.


Menurut Gitasav, bisa saja dikemudian hari sang suami masih berlaku kasar terhadap sang istri di depan anaknya. Hal ini bisa menyebabkan si anak trauma dan menganggap tidak adanya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki dalam suatu hubungan rumah tangga.

Gita Savitri [Youtube/Gita Savitri Devi]
Gita Savitri (sumber: Youtube/Gita Savitri Devi)

4. Keluar dari abusive relationship tidak selalu aman

Pada tahun 2018 di Britania Raya ada sekitar 41% perempuan yang dibunuh setelah keluar dari abusive relationship. Kebanyakan mereka dibunuh di tahun pertama mereka memutuskan untuk keluar dari hubungan tersebut.

Jadi Gitasav tidak terlalu setuju jika seorang wanita yang bertahan dalam hubungan yang abusive adalah wanita yang bodoh. Karena bisa jadi posisi mereka sedang dalam bahaya. 

5. Trauma Bond

Trauma bond merupakan ikatan emosional antara pasangan walaupun pasangan merupakan seseorang yang kasar.


Jika wanita selalu mengalami penindasan dan makian dari pasangannya selama bertahun-tahun, maka harga diri dan kepercayaan diri wanita akan semakin hilang. Pengurangan harga dan kepercayaan diri inilah yang membuat wanita terus bertahan dalam abusive relationship. Mereka sudah merasa pasrah dan tidak ingin lagi berjuang.


Gitasav juga menambahkan bahwa KDRT merupakan sebuah lingkaran. Awalnya pasangan akan membangun ketegangan seperti lebih mudah untuk marah. 


Selanjutnya, pasangan akan mulai melakukan kekerasan dalam berbagai macam bentuk. Setelah melakukan fase ini, pasangan akan mulai meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Dia juga akan melakukan segala macam cara agar korban kembali mempercayainya. 


Setelah korban merasa percaya, si pasangan biasanya akan lebih meyakinkan di dalam fase honeymoon. Di fase inilah yang membuat wanita sering sulit untuk keluar dari hubungan mereka yang toxic


Padahal ini semua hanyalah fase yang sengaja dilakukan agar si wanita kembali percaya kepada pelaku. Selanjutnya, si pria yang sudah di percaya akan cenderung untuk kembali melakukan kekerasan. 


Dari semua penjelasan inilah, Gitasav berpendapat bahwa untuk keluar dari suatu hubungan yang toxic itu cukup sulit. Karena itu, dia menyayangkan pendapat sebagian orang yang menganggap di prank oleh Lesti Kejora.


Ia juga menambahkan bahwa korban kita sebaiknya berempati dan menjadi pendengar yang baik bagi korban KDRT.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral Guyon Wartawan di Depan Lesti dan Billar: Asyik Cinta Leslar Bersemi Kembali

Viral Guyon Wartawan di Depan Lesti dan Billar: Asyik Cinta Leslar Bersemi Kembali

| Sabtu, 22 Oktober 2022 | 15:30 WIB

Usai Diserang, Dewi Perssik Murka dan Skakmat Fans Lesti Kejora: Yang Penting Gak Dipukulin!

Usai Diserang, Dewi Perssik Murka dan Skakmat Fans Lesti Kejora: Yang Penting Gak Dipukulin!

| Sabtu, 22 Oktober 2022 | 15:16 WIB

Ini Penampakan Wajah Lesti Kejora Saat Persiapan Konser Betrand Peto, Warganet: Kurus Banget

Ini Penampakan Wajah Lesti Kejora Saat Persiapan Konser Betrand Peto, Warganet: Kurus Banget

Kaltim | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 15:09 WIB

Terkini

BRI Cairkan Dividen Tunai Rp346 per Saham, Total Pembayaran Capai Rp52,1 Triliun

BRI Cairkan Dividen Tunai Rp346 per Saham, Total Pembayaran Capai Rp52,1 Triliun

Sumsel | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:18 WIB

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:17 WIB

Dividen BRI Mulai Dicairkan, Investor Terima Pembayaran Tunai Rp31,47 Triliun

Dividen BRI Mulai Dicairkan, Investor Terima Pembayaran Tunai Rp31,47 Triliun

Bogor | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:16 WIB

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Purbaya Ungkap Sumber Dana Bond Stabilization Fund Demi Perkuat Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:13 WIB

Hari Ini, BRI Cairkan Dividen Tunai Rp31,47 Triliun kepada Pemegang Saham

Hari Ini, BRI Cairkan Dividen Tunai Rp31,47 Triliun kepada Pemegang Saham

Bali | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:13 WIB

Yuni Shara Rayakan 35 Tahun Berkarya Lewat Konser Megah 3553 Concert di Surabaya

Yuni Shara Rayakan 35 Tahun Berkarya Lewat Konser Megah 3553 Concert di Surabaya

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:12 WIB

5 Cara Memilih Hewan Kurban dan Daging Kurban yang Layak Dikonsumsi Saat Idul Adha

5 Cara Memilih Hewan Kurban dan Daging Kurban yang Layak Dikonsumsi Saat Idul Adha

Lifestyle | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:10 WIB

Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir di Indonesia, Andalkan Kamera Nightography dan Baterai 5000mAh

Samsung Galaxy A37 5G Resmi Hadir di Indonesia, Andalkan Kamera Nightography dan Baterai 5000mAh

Tekno | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:09 WIB

Tembus Rp865 Miliar, BRI Jadi Tulang Punggung Ekonomi Pelaku Usaha di NTT

Tembus Rp865 Miliar, BRI Jadi Tulang Punggung Ekonomi Pelaku Usaha di NTT

Bri | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:09 WIB

Privasi Semakin Tipis di Era Digital: Ketika Hidup Jadi Konsumsi Publik

Privasi Semakin Tipis di Era Digital: Ketika Hidup Jadi Konsumsi Publik

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 14:07 WIB