Dokter Richard Lee Curiga Kasus Obat Sirup Cuma Pengalihan Isu, Ini Alasannya

Selebtek

Minggu, 23 Oktober 2022 | 20:43 WIB
Dokter Richard Lee Curiga Kasus Obat Sirup Cuma Pengalihan Isu, Ini Alasannya
Dokter Richard Lee (Instagram)

Selebtek.suara.com - Indonesia digegerkan dengan kasus gagal ginjal pada anak yang dikabarkan erat kaitannya dengan obat sirup. Bahkan pemerintah melalui Kementerian telah melarang sederet obat sirup untuk dijual dipasaran.

Di tengah kepanikan para ibu-ibu, dokter Richard Lee malah melihat ada sejumlah keanehan dari fenomena ini. Pertama fenomena awal yang terjadi di Ghambia ini bahkan tidak membuat negara lain termasuk negara pembuat obat heboh.

"Etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) menjadi penyebabnya. Yang buatnya farmasi di India enggak ada yang heboh, di Amerika biasa aja, Eropa biasa aja. Di Indonesia heboh," kata dokter kecantikan tersebut.

Hal lain yang aneh adalah Indonesia punya jauh lebih banyak daftar obat yang dilarang dibanding Ghambia. Sayangnya, pelarangan ini bukan hasil penelitian namun hanya berupa asusmsi.

"Yang lebih hebatnya lagi di Indonesia 102 merek ini bukan semuanya obat batuk. Berarti di Indonesia lebih parah dong. Banyangin di Ghambia aja cuma 4 sampai di Indonesia tiba-tiba ada 102 obat yang diduga," tuturnya.

"Bapak yakin di luar 102 obat ini enggak ada yang mencurigakan. Ini jadi kayak tebak-tebak buah manggis," lanjut Richard Lee.

Padahal jika mau adil, pemerintah juga seharusnya melarang makanan atau minuman yang tidak sehat. Hal itu membuat Richard Lee menilai kalau keputusan pelarangan ini terlalu prematur.

Kemudian ia mempertanyakan soal fungsi BPOM. Karena berdasarkan sumber yang ia baca, pihak farmasi pemilik obat tersebut harus membuktikan sendiri obatnya layak untuk dikonsumsi.

"Kalau buktikan sendiri apa fungsinya BPOM. Terus ngapain kita daftarin ke BPOM, kita minta nomor BPOM-nya, di cek dulu, emang waktu itu (pendaftaran) enggak di cek BPOM gitu?," kata Richard agak kesal.

baca juga

Menurutnya kasus ini adalah tsunami bagi dunia farmasi. Karena ada banyak obat yang dilarang untuk diedarkan. Ia pun sempat mempertanyakan apakah fenomena ini hanyalah sebuah pengalihan isu.

"Kalian berpikir ini pengalihan isu enggak sih? Karena ini semuanya enggak jelas. Di Gambia aku sedih lihatnya, 99 anak gangguangagal ginjal dan 70nya meninggal diduga karena empat obat tersebut (yang mengandung) EG dan DEG," kata Richard curiga. 

Di Indonesia tiba-tiba ikut-ikutnya, ada yang gaga ginjal juga. Entah periodenya berapa lama. terus tiba-tiba obat sirupnya itu ada semuanya yang mengerucut jadi 102, ada obat batuk, obat demam, antikonvulsan, obat batuk pilek, semuanya ada," lanjut Richard. 

Jika benar fenomena gagal ginjal karena obat sirup adalah pengalihan isu, Richard menilai ini tidak lucu. Karena fenomena ini bisa merusak banyak perusahaan.

"Perusahaan ini bisa bangkrut loh gara-gara seperti ini. Dan ini bikin panik emak-emak dan engga penting banget menurut saya. saya berdoa mudah-mudahan bener penyebabnya karena obat ini," katanya. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Daftar 102 Obat Sirup yang Dilarang Beredar oleh Kemenkes Terkait Gagal Ginjal Akut Misterius

Daftar 102 Obat Sirup yang Dilarang Beredar oleh Kemenkes Terkait Gagal Ginjal Akut Misterius

Selebtek | Minggu, 23 Oktober 2022 | 17:00 WIB

KEMENKES RI Nyatakan Tidak Ada Kaitan Antara Gagal Ginjal Akut Pada Anak dengan Covid-19

KEMENKES RI Nyatakan Tidak Ada Kaitan Antara Gagal Ginjal Akut Pada Anak dengan Covid-19

Selebtek | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 09:18 WIB

Harap Catat: Daftar 14 Rumah Sakit Rujukan untuk Gangguan Ginjal Akut

Harap Catat: Daftar 14 Rumah Sakit Rujukan untuk Gangguan Ginjal Akut

Selebtek | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Terkini

Pengungkapan 1,3 Ton Ketamine di Natuna, Komisi III Dorong Penerapan TPPU

Pengungkapan 1,3 Ton Ketamine di Natuna, Komisi III Dorong Penerapan TPPU

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:01 WIB

Atasi Bibir Kering, Ini 5 Lip Serum Peptide yang Bikin Makin Memesona

Atasi Bibir Kering, Ini 5 Lip Serum Peptide yang Bikin Makin Memesona

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Buntut Viral 'Baca Alquran Dapat Miras', 5 Pihak di The Sounds Project Resmi Dipolisikan

Buntut Viral 'Baca Alquran Dapat Miras', 5 Pihak di The Sounds Project Resmi Dipolisikan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?

Fenomena 'Beli Teman' dan Jasa Teman Jalan: Solusi Kesepian atau Modus Terselubung?

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Tawarkan Jasa Seks via MiChat, Wanita Batam Dihukum Setahun Penjara di Malaysia

Tawarkan Jasa Seks via MiChat, Wanita Batam Dihukum Setahun Penjara di Malaysia

Batam | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:59 WIB

Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita

Tanpa Dokumen, 51 Ayam Bangkok Asal Malaysia Disita

Foto | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:56 WIB

Makna Mendalam Surah Ad-Duha yang Viral Dibaca Demi Hadiah Miras di The Sounds Project

Makna Mendalam Surah Ad-Duha yang Viral Dibaca Demi Hadiah Miras di The Sounds Project

Entertainment | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:53 WIB

Dedi Congor Sudah Tersangka Kasus Gratifikasi Polri Sejak 2023, KPK Siapkan Jerat Baru

Dedi Congor Sudah Tersangka Kasus Gratifikasi Polri Sejak 2023, KPK Siapkan Jerat Baru

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:52 WIB

DPD RI Siap Gelar STSB 2026, GKR Hemas Pastikan Suara Daerah Tak Sekadar Jadi Laporan

DPD RI Siap Gelar STSB 2026, GKR Hemas Pastikan Suara Daerah Tak Sekadar Jadi Laporan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:49 WIB

Penataan Pasar Cisalak, Ratusan Lapak Ilegal Dirobohkan

Penataan Pasar Cisalak, Ratusan Lapak Ilegal Dirobohkan

Foto | Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:44 WIB

×