Selebtek.suara.com - Sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih terus berlanjut. Pada sidang Rabu (2/11/2022), terdakwa Kuat Ma'ruf hadir dan berhadapan langsung dengan orang tua korban.
Rosti Simanjuntak, ibunda Brigadir J dengan berlinang air mata meminta Kuat Ma'ruf berkata jujur dan meminta maaf kepada Tuhan, bukan hanya di bibir saja seperti yang dilakukan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.
"Kamu sudah mengatakan maaf tadi. Maaf bukan hanya di bibir, maaf itu mohon pengampunan kepada Tuhan," kata Rosti Simanjuntak dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dikutip dari YouTube KompasTV, Kamis (3/11/2022).
"Kata maaf itu jangan hanya di bibir, seperti Ferdy Sambo dan Putri," imbuhnya.
Rosti mengungkit skenario palsu pembunuhan Brigadir J yang disusun oleh Ferdy Sambo lalu dikuti oleh para terdakwa.
"Di dalam kasus ini, Kuat Ma'ruf, skenario kalian sangat hebat, luar biasa, saya lihat di dalam kasus ini kalian mengetahui semua bahkan menginginkan kematian anakku. Jadi kamu sama atasanmu ferdy Sambo dan Putri sangat luar biasa skenarionya, kebohongan-kebohongan disini
![Penampakan Kuat Maruf saat menjalani sidang sebagai terdakwa kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J [Suara.com/M Yasir]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2022/11/02/1-penampakan-kuat-maruf-saat-menjalani-sidang-sebagai-terdakwa-kasus-pembunuhan-berencana-terhadap-brigadir-j-suaracomm-yasir.jpg)
Menurut Rosti, para terdakwa telat meminta maaf kepada keluarga korban karena baru terjadi setelah lima bulan putranya tewas di tangan mereka.
"Kalian minta maaf sesudah anakku hampir 5 bulan tewas ditangan kalian semua. Sungguh luar biasa kalian semua sebagai manusia yang memiliki hati nurani. Kita sama-sama ciptaan Tuhan, kok tapi baru sekarang ada kesadaran kamu meminta maaf kepada ibunda daripada Yosua yang kalian sudah bunuh itu yang sangat sadisnya, sangat kejinya perbuatan kalian," tutur Rosti sambil berlinang air mata.
Ibunda Brigadir J mengaku sangat sedih mengingat anaknya dibunuh oleh banyak orang tanpa ada satu pun yang memberikan pertolongan. Ia juga mempertanyakan kejahatan apa yang ditutupi hingga harus merenggut nyawa Yosua.
Baca Juga: Setelah Bercerai, Aura Kasih Mengaku Tidak Kesepian Meski Sudah Membuka Hati Untuk yang Baru
"Segerombolan kalian di rumah bapak itu menghabisi nyawa anakku dengan sadis tanpa memberikan satupun pertolongan buat anakku. Kalian yg tahu di dalam ini semua, kejahatan apa yang kalian tutupi. Saya ulangi lagi, kejahatan apa yang kalian tutupi disini bersama atasanmu itu, sama si PC mu itu? Jadi tolong jujur!" kata Rosti.
Sebelumnya Kuat Ma'ruf menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Brigadir J dan permohonan maaf kepada keluarga besar korban.
"Saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhum Yosua dan semoga almarhum Yosua diterima disisi Tuhan YME, dan semoga keluarga besar diberikan ketabahan dan kesabatan," ujar Kuat Ma'ruf sambil tertunduk.
Ia juga berharap proses pengadilan dapat menentukan nasibnya dengan adil. Kuat Ma'ruf mengaku dirinya tidak berniat terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap Brigadir J.
"Saya berharap proses pengadilan yang menentukan salah atau tidaknya saya karena Demi Allah saya tidak ada niat seperti apa yang didakwakan kepada saya," kata Kuat Ma'ruf.(*)