Kamaruddin Simanjuntak Sarankan Ferdy Sambo Ganti Pengacara: Pakai Sekelas Hotman Paris, Saya Biayai

Selebtek

Kamis, 10 November 2022 | 19:44 WIB
Kamaruddin Simanjuntak Sarankan Ferdy Sambo Ganti Pengacara: Pakai Sekelas Hotman Paris, Saya Biayai
YouTube KOMPASTV

Selebtek.suara.com - Kamaruddin Simanjuntak, kuasa hukum keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat menyarankan Ferdy Sambo untuk ganti pengacara.

Kamaruddin menilai pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis menjadi otak dari berbagai fitnah dan tuduhan yang dilontarkan di ruang sidang. Namun ia menyakinkan bahwa langkah itu adalah sia-sia.

Pada persidangan tersebut banyak tuduhan negatif terhadap mendiang korban Yosua, seperti disebut temperamental hingga diduga memiliki kepribadian ganda. Menurutnya itu hanya fitnah dan bertujuan membunuh karakter Yosua.

Ia pun menyarankan supaya Ferdy Sambo segera mengganti pengacara agar tidak berlarut-larut dalam fitnah demi menghindari jeratan hukuman.

"Kalau memang pengacaramu itu tidak bisa membantumu keluar dari jerat hukum, ganti! Saya biayai, saya serius," ujar Kamaruddin Simanjuntak dikutip dari youTube KOMPASTV, Kamis (10/11/2022).

Kamaruddin pun bersedia menyiapkan pengacara papan atas sekelas Hotman Paris, Otto Hasibuan dan lainnya.

"Saya siapkan pengacara terbaik, misalnya sekelas Hotman Paris, Otto Hasibuan, dan lain-lain. Juniper Girsang, Luhut Pangaribuan, yang doktor-doktor yang hebat. Daripada dia pakai pengacara yang sekarang, kerjanya menyebar hoaks," lanjutnya.

Kamaruddin menyebut pada awalnya ia berdebat dengan Arman Hanis terkait dugaan pelecehan yang dilakukan Yosua terhadap Putri Candrawathi di rumah Duren Tiga. 

Namun kekinian, lokasi dugaan pelecehan tersebut pindah ke rumah Magelang. Hal itu membuat Kamaruddin keheranan.

"Dulu ketika berdebat dengan Arman Hanis di awal-awal, pelecehan di Duren Tiga, sekarang pindah ke Magelang. Apa tidak punya malu?" tutur Kamaruddin.

Ia mengaku lebih hormat kepada pengacara Putri Candrawathi sebelumnya, Patra M.Zen yang langsung mundur ketika mengetahui dirinya di-prank oleh sang klien.

"Saya lebih salut, lebih hormat kepada Patra M. Zen. Walaupun sampai mengatakan Kamaruddin ahli nujum, ahli sihir, tapi begitu dia sadar di prank dia bungkam," ujar Kamaruddin.

Ferdy Sambo dan pengacaranya, Arman Hanis [YouTube KOMPASTV]
Ferdy Sambo dan pengacaranya, Arman Hanis (sumber: YouTube KOMPASTV)

Kamaruddin Simanjutak tanggapi kesaksian petugas keamanan di rumah Ferdy Sambo, Damianus Labakobam alias Damson

Dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, petugas keamanan di rumah Ferdy Sambo, Damianus Labakobam alias Damson menyebut Yosua kerap pergi ke klub malam. 

Menurut Kamaruddin Simanjuntak, keterangan Damson di ruang sidang adalah fitnah dan hanya ingin menjatuhkan karakter Brigadir J.

Kamaruddin curiga ada pihak yang menyuruh Damson untuk memberikan kesaksian tersebut.

"Ada gak asisten rumah tangga yang setiap hari setiap minggu pergi ke night club? Itu kan menjadi pertanyaan, berarti ada yang ngajarin dia untuk ngomong begitu," kata Kamaruddin Simanjutak.

Kamaruddin menegaskan ia tidak segan-segan akan memenjarakan Damson jika tidak segera mencabut fitnah tersebut.

"Memfitnah orang mati juga ada hukumnya, sifatnya itu delik aduan," ucap Kamaruddin.

"Saya memperingatkan dia siapa tahu dia tidak mengerti hukum, segera fitnah itu dicabut, atau nanti saya penjarakan, saya adukan," tegasnya.

Menurutnya, siapapun orang yang memfitnah Yosua bertujuan untuk menyelamatkan Ferdy Sambo dan para terdakwa lainnya dari jeratan hukuman berat.

"Karena orang ini berpikir untuk menyelamatkan Ferdy Sambo, dan Putri, Kuat Ma'ruf maupun Ricky Rizal dengan menyebar fitnah. Itu salah!" ujar Kamaruddin.

"Saya serius loh, jangan sampai dia nanti saya penjarakan baru menyesal  'saya diajari sambo' kan gitu," tuturnya.

Meski diserang fitnah dari kubu Ferdy Sambo, Kamaruddin yakin hal tersebut tidak akan mengurangi hukuman yang pantas diterima para terdakwa pembunuhan Yosua. Ia justu mendesak agar majelis Hakim memberikan hukuman mati untuk Sambo.

"Saya mengatakan, fitnah tidak mengurangi hukuman. Fitnah tidak meringankan hukuman. Justru saya mendorong hakim dan jaksa tuntut hukuman mati, jatuhi hukuman mati," tegasnya.(*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jawabannya 'Siap' Melulu, Ini 4 Momen Susi ART Ferdy Sambo Jadi Sorotan Sidang Kasus Brigadir J

Jawabannya 'Siap' Melulu, Ini 4 Momen Susi ART Ferdy Sambo Jadi Sorotan Sidang Kasus Brigadir J

News | Kamis, 10 November 2022 | 19:09 WIB

Anak Ferdy Sambo Masih Dikawal Ajudan Saat Jenguk Orangtuanya

Anak Ferdy Sambo Masih Dikawal Ajudan Saat Jenguk Orangtuanya

Selebtek | Kamis, 10 November 2022 | 19:04 WIB

Disemprot Hakim, Penyidik Kasus Ferdy Sambo Dibandingkan dengan Tukang Gorengan Gegara Serampangan Urus Barang Bukti

Disemprot Hakim, Penyidik Kasus Ferdy Sambo Dibandingkan dengan Tukang Gorengan Gegara Serampangan Urus Barang Bukti

News | Kamis, 10 November 2022 | 19:03 WIB

Kamaruddin Simanjuntak Murka, Sebut Damson Didikte Untuk Fitnah Brigadir J: Jangan Sampai Dia Nanti Saya Penjarakan!

Kamaruddin Simanjuntak Murka, Sebut Damson Didikte Untuk Fitnah Brigadir J: Jangan Sampai Dia Nanti Saya Penjarakan!

Selebtek | Kamis, 10 November 2022 | 16:19 WIB

Terkini

Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis

Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis

Banten | Senin, 15 Juni 2026 | 23:50 WIB

12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?

12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?

Sumsel | Senin, 15 Juni 2026 | 23:50 WIB

6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes

6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes

Bogor | Senin, 15 Juni 2026 | 23:42 WIB

Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama

Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama

Sumsel | Senin, 15 Juni 2026 | 23:35 WIB

6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak

6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak

Jabar | Senin, 15 Juni 2026 | 23:28 WIB

Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung

Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung

Sport | Senin, 15 Juni 2026 | 23:20 WIB

Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh

Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh

Sumsel | Senin, 15 Juni 2026 | 23:18 WIB

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup

Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup

Bogor | Senin, 15 Juni 2026 | 23:04 WIB

PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi

PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi

Sumsel | Senin, 15 Juni 2026 | 23:04 WIB