Selebtek.suara.com – Piala Dunia Qatar sudah dimulai dengan pertandingan pembuka oleh Qatar melawan Ekuador. Piala Dunia ini terbilang cukup unik dan tidak biasa karena diadakan di salah satu negara Timur Tengah.
Namun walaupun dinilai bisa menjadi sejarah baru persepakbolaan dunia, Piala Dunia kali ini juga dianggap sebagai Piala Dunia terburuk sepanjang masa. Hal ini tidak lain karena banyaknya kontroversi terkait terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah.
Awal mula kontroversi yaitu ketika isu penyuapan yang diduga diterima oleh para petinggi FIFA. Selain itu, muncul pula isu penindasan HAM yang diduga dilakukan kepada para pekerja asing yang bekerja sebagai buruh pembangunan infrastruktur untuk menunjang keberlangsungan Piala Dunia 2022.
Dari akun YouTube Sepulang Sekolah, diketahui bahwa awalnya infrastruktur Qatar tidak memadai untuk menjadi tuan rumah penyelenggara Piala Dunia 2022. Karena itu, Qatar meminta pekerja asing untuk menjadi buruh di Qatar.
Hal ini memang sengaja dilakukan untuk membangun berbagai infrastruktur seperti stadion dan penginapan.
Saking banyaknya infrastruktur penunjang Piala Dunia yang dibangun, Qatar bahkan menghabiskan dana senilai 220 Miliar USD. Dana ini hampir 20 kali lipat lebih tinggi dibandingkan Piala Dunia sebelumnya yang diadakan di Rusia yakni sekitar 11,6 Miliar USD.
Selain dimanfaatkan untuk merenovasi stadion-stadion yang ada di Qatar, dana 220 Miliar USD itu juga dipergunakan untuk membangun sistem kereta Metro hingga hotel dan penginapan yang dimaksudkan untuk menunjang kenyamanan orang-orang yang berkunjung ke Qatar.