Selebtek.suara.com - Tidur dengan cahaya redup menjadi pilihan beberapa orang karena dianggap bisa membuat tidur lebih nyenyak. Ada juga orang yang justru takut apabila tidur dengan kondisi gelap gulita.
Namun penelitian menemukan, tidur malam dengan cahaya redup dapat mengakibatkan risiko yang berbahaya pada kesehatan.
Hal itu terungkap dari hasil penelitian Universitas Northwestern yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah PNAS.
Para peneliti tidur di Fakultas Kedokteran Feinberg menemukan bahwa paparan cahaya lingkungan meskipun dalam jumlah kecil pada malam hari dapat membahayakan fungsi kardiovaskular ketika tidur. Hal ini dapat dan meningkatkan resistensi insulin esok paginya.
Mengutip HiMedik.com--media jaringan Suara.com, resistensi insulin adalah komplikasi yang dapat menyebabkan perkembangan diabetes.
Penulis studi mengakui ada bukti ilmiah bahwa paparan cahaya malam yang berlebihan dapat berdampak negatif pada fungsi metabolisme, yaitu penurunan toleransi glukosa (gula darah) dan penurunan resistensi insulin.
![Ilustrasi pria sedang tidur [pexels/Andrea Piacquadio]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2022/12/10/1-ilustrasi-tidur-pexelsandrea-piacquadio.jpg)
Sederhananya, paparan cahaya sebelum tidur dapat merusak tidur dan beberapa fungsi fisiologis.
Otak Anda menggunakan kehadiran cahaya sebagai sinyal bahwa sudah waktunya untuk bangun dan waspada. Sedangkan, kegelapan itu pertanda sudah waktunya tidur.
Paparan cahaya dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik (SNS) dan meningkatkan detak jantung sehingga Anda siap untuk menjalani hari.
Baca Juga: Auto Gagal Glowing, Ini 4 Kombinasi Bahan Skincare yang Tidak Bisa Dicampur
Di malam hari, sistem saraf parasimpatis (PNS), yakni sistem istirahat dan pencernaan Anda meningkatkan relaksasi, menurunkan detak jantung, dan menjaga metabolisme yang sehat.
Saat matahari terbenam dan Anda tidur dalam kegelapan, otak memproduksi hormon tidur melatonin yang bertanggung jawab untuk memberi tahu sistem Anda bahwa sudah waktunya untuk bersantai dan tidur.
Karena itu, paparan cahaya di malam hari seredup apapun dianggap dapat menekan produksi melatonin dan mengganggu pola tidur yang sehat dan alami.
Jika ada sejumlah besar gangguan ringan pada saat tubuh Anda mencoba untuk tidur, itu dapat menyebabkan tidur yang buruk atau siklus tidur yang tidak terprogram sehingga bisa menyebabkan sejumlah masalah medis.
Para peneliti melibatkan sekelompok orang dewasa muda yang sehat dan membandingkan data lain, seperti kualitas tidur, detak jantung dan kadar glukosa mereka selama semalam tidur di ruangan yang gelap.
Hasilnya menemukan bahwa tidur di ruangan yang cukup terang dapat meningkatkan detak jantung Anda dan mengaktifkan sistem saraf simpatik Anda saat Anda tidur, dan juga mengganggu kemampuan Anda untuk mengatur glukosa keesokan paginya.
Jadi menghindari paparan cahaya di malam hari saat tidur bermanfaat untuk kesehatan kardiometabolik.(*)
Sumber: HiMedik.com