Selebtek.suara.com - Bagi orangtua yang masih membiarkan anaknya main latto-latto sepertinya harus berhati-hati. Mainan jadul yang ini kembali viral telah memakan korban.
Dikutip dari akun Instagram Lambe Turah, Senin (9/1/2023) seorang bocas SD asal desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara terpaksa harus kehilangan satu mata setelah bermain latto-latto.
Dalam unggahan di akun tersebut, ada seorang yang mengingatkan agar mengawasi anak-anak yang bermain latto-latto. Hal itu karena bola mata teman dari keponakannya terkena bandul latto-latto yang cukup keras.
Alhasil bola mata sebelah kanannya pecah dan harus dianggat. Bocah yang disebutkan kelas 3 SD itu terpaksa kehilangan sebelah matanya.
"Assalamualaikum teman-teman. Mau saling mengingatkan yang pada punya anak main latto-latto diawasi ya. Ini teman ponakan SD kelas 3 main latto-latto neka bola mata pecah akhirnya diangkat dan mata buta sebelah," tulis seseorang di postingan tersebut.
Postingan ini pun langsung diserbu oleh netizen. Mereka sepakat kalau anak-anak dilarang bermain permainan ini karena membahayakan.
"Gua harus kirim ini ke grup keluarga biar ponakan gua stop maen lato lato," tulis akun @oktavioniii.
"Hati-hati ya adek-adek. Kadang emang suka parno waktu dimainin tiba-tiba lepas dari talinya," kata akun @pentol_idolagresik.
"Kalau enggak ada korban enggak bakal berhenti. Semoga ini yang terakhir. Buat adiknya semoga cepet sembuh," tulis akun @beebil.jr.
Latto-latto sendiri pertama kali muncul di Amerika Serikat dan Eropa tahun 1960-an. Dulu permainan ini terbuat dari kaca ataupun kayu. Sehingga jika bola latto-latto pecah, maka serpihannya bisa sangat membahayakan.
Bola latto-latto pun bertransformasi menjadi bahan plastik. Sayangnya, mainan ini tetap membahayakan pemainnya. Latto-latto pun telah dilarang di Amerika Serikat karena dianggap membahayakan.
Di Indonesia sendiri saat ini belum ada aturan pasti tentang mainan ini. Hanya saja dulu maianan Lato-latto sempat populer kemudian sempat menghilang. (*)