Selebtek.suara.com - David (17 tahun), putra pengurus pusat GP Ansor yang menjadi korban penganiayaan ternyata seorang mualaf sejak berumur 13 tahun.
David mengikuti jejak sang ayah Jonathan Latumahina yang lebih dulu memeluk agama Islam.
Kabar tersebut dibagikan di akun Twitter Nahdlatul Ulama @nu_online
"Ramadhan 2019 David kecil mengikuti jejak ayahnya menjadi mualaf. la minta disyahadatkan di Muntilan, Magelang. David hingga kini belum sadar. Bismillah."
Dalam unggahan di akun tersebut, ada sebuah video yang menampilkan David sedang dituntun membaca kalimat syahadat oleh seorang ustaz.
![Postingan di akun Twitter Nahdlatul Ulama [Twitter @nu_online]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2023/02/25/1-whatsapp-image-2023-02-24-at-224431-1.jpeg)
Sementara itu dalam unggahan terbarunya di Twitter, ayah David berharap kepulihan David dan menyertakan foto putranya yang tengah membaca buku "Ajaran-Ajaran Gus Dur."
"Allahumma shalli shalatan kamilatan wa sallim salaman," tulis Jonathan Latumahina dalam keterangan foto yang diunggahnya pada Jumat (24/2/2023).
Hingga berita ini ditulis, David masih terbaring tidak sadarkan diri di rumah sakit. Sampai hari kelima perawatan intensif David hanya menunjukkan pergerakan yang sangat minim.
"Kalau gerak sih setelah kemarin ada penanganan, ada sempat respons satu dua kali. Jadi, setelah itu ya biasa lagi," ujar Rustam, paman David pada Jumat (24/2/2023).***
Baca Juga: Beredar Surat Pengunduran Diri Ayah Mario Dandy Sebagai ASN Ditjen Pajak