Selebtek.suara.com - Habib Bahar bin Smith dikabarkan telah meninggal dunia. Ia menghembuskan napas terakhir usai alami insiden mengenaskan.
Isak tangis keluarga tak terbendung atas kematian Habib Bahar bin Smith.
Informasi tersebut disebar melalui video yang diunggah kanal YouTube PORTAL JURNALIS, pada Jumat (19/5/2023).
"Innalillahi ! Habib Bahar Tak Tertolong, Kritis Membuat Nasibnya Berakhir Mengenaskan Seperti Ini," demikian judul video tersebut.
Pada thumbnail video memperlihatkan potret Habib Bahar sedang berbaring di ranjang rumah sakit dan diperiksa seorang dokter. Ada juga dua orang berseragam polisi dan beberapa orang penunggu.
Di bagian atas sampul video, terlihat foto Habib Bahar dengan kondisi sebelah mata yang memar.
Selain itu, thumbnail berisi keterangan "Tangis keluarga semakin pecah, Habib Bahar telah menghembuskan nafas terakhir."
Hingga artikel ini diterbitkan, video tersebut telah ditonton lebih dari 4 ribu kali.
Lantas, benarkah klaim yang disebutkan dalam video tersebut?
Baca Juga: Lanjutkan Safari ke Mantan Wapres, Besok Cak Imin Sowan ke Try Sutrisno untuk Minta Wejangan
Setelah ditonton hingga akhir, video berdurasi tiga menit, empat detik tersebut tidak ada bukti akurat yang menyatakan Habib Bahar meninggal dunia.
Di awal video, narator mengklaim bahwa Bahar Smith menghembuskan napas terakhir yang membuat keluarga menangis.
Selain itu narator meminta penonton mendoakan agar Pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Bogor tersebut diampuni dosa-dosanya.
Namun, narator hanya menyampaikan informasi terkait penembakan Habib Bahar oleh orang tak dikenal di kawasan Kemang, Bogor.
Narator juga menjelaskan bahwa kepolisian Kota Bogor tengah menyelidiki kasus penembakan tersebut.
Selain itu, thumbnail video merupakan hasil rekayasa yang diduga untuk mengelabui penonton YouTube.
Isi berita tidak selaras dengan narasi pada judul dan thumbnail video
KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan di atas, klaim yang menyebutkan bahwa Habib Bahar menghembuskan nafas terakhir hingga tangis keluarga pecah merupakan informasi salah alias hoaks.
Narasi tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.(*)