Dengan postur bodi yang kompak, Small Hatchback ini begitu lincah dan cekatan saat bermanuver di lintasan balap berkat sentuhan di area suspensi oleh engineer TGRI.
Kinerjanya diperkuat oleh mesin kompak 1.200 cc 4 silinder Dual VVT-i dengan tenaga maksimal mencapai 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi 11 Kgm pada 4.200 rpm diakui memiliki karakter tenaga yang kuat sejak putaran mesin rendah.
Bermodalkan DNA motorsport Toyota Gazoo Racing, performance dan handling Agya GR Sport yang prima, mendapatkan sentuhan racikan dari engineer Toyota supaya selalu kompetitif saat bertarung.
Track record selama berlaga sejak tahun lalu, diperkuat oleh input pembalap dan data mobil yang digunakan saat berkompetisi, membuat TGRI sanggup menciptakan mobil balap yang lebih tangguh dan andal dari seri ke seri slalom.
Peningkatan kemampuan ini membuat pembalap TGRI dapat menunjukkan talentanya bersama race car sehingga selalu tampil terdepan.
“Kemenangan kedua kami dari arena slalom nasional kian mengasah talenta pembalap TGRI untuk selalu memberikan performa terbaik, sekaligus memacu engineer Toyota untuk mengembangkan mobil balap dengan semangat pushing the limits for better untuk menghadirkan ever-better race-cars. Semoga pembalap TGRI dapat terus meraih kemenangan selanjutnya dan menyebarkan excitement serta Joy of Gazoo Racing kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dan jangan lupa, saksikan kejutan dari tim TGRI pada seri ke-3 Kejurnas Slalom 2023 bulan Juni nanti,” kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), Fumitaka Kawashima.