Selebtek.suara.com - Skandal perselingkuhan Syahnaz Sadiqah dengan Rendy Kjaernett masih menjadi sorotan warganet.
Imbas dari perselingkuhan Syahnaz, Raffi Ahmad sebagai kakak tertua turut terkena getahnya.
Netizen menggeruduk Instagram Raffi untuk menanyakan langsung soal perselingkuhan sang adik lantaran Syahnaz dan Rendy diketahui telah menutup kolom komentar di akun Instagramnya masing-masing.
Tak sedikit netizen menyebut, perselingkuhan sudah hal biasa di keluarga Ahmad karena sebelumnya Raffi Ahmad ramai digosipkan berselingkuh dengan Ayu Ting Ting dan Mimi Bayuh.
Sepupu Raffi, Alshad Ahmad pun diketahui berpacaran dengan Tiara Andini saat statusnya masih menikah dan memiliki anak dengan Nissa Assyifa.
Netizen menduga perselingkuhan adalah hal yang diturunkan oleh keluarga Ahmad.
Lantas, apakah benar perselingkuhan terjadi karena faktor genetik keluarga?
Melansir Suara.com dari Insider, Psikoterapis klinis berlisensi, Dr. LeslieBeth (LB) Wish, mengatakan kecenderungan selingkuh bisa dipengaruhi oleh orangtua, saudara, atau keluarga.
Pelaku selingkuh bisa jadi mencontoh perilaku tersebut dari orang tua maupun saudara.
Baca Juga: Tolak Tuntutan Hak Asuh dari Inara Rusli, Virgoun Pede Bisa Bikin Anak Lebih Bahagia
![Syahnaz Sadiqah dan Raffi Ahmad [Instagram/@syahnazs]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2023/06/21/1-1457286980.jpg)
Menurut Wish, selingkuh bisa menjadi perilaku maladaptif — sesuatu yang Anda kembangkan sebagai respons negatif terhadap perasaan tidak bahagia dalam suatu hubungan.
Keinginan untuk selingkuh dapat dikaitkan dengan gen yang disebut polimorfisme reseptor dopamin DRD4 , yaitu gen yang bertanggung jawab juga atas kecanduan alkohol dan judi.
Dalam sebuah studi tahun 2010 yang dilakukan oleh para peneliti di Binghamton University di New York, ditemukan bahwa peserta yang memiliki jenis gen DRD4 tertentu lebih mungkin untuk selingkuh.
Untuk studi mereka, SUNY Doctoral Diversity Fellow dan peneliti utama, Justin Garcia, merekrut 181 orang dewasa muda.
Para peserta diminta untuk mengisi kuesioner tentang perilaku seksual mereka, serta menyerahkan sampel DNA yang akan diuji untuk menentukan variasi DRD4 dalam DNA mereka.
Berdasarkan temuan tim yang diterbitkan dalam jurnal "PLOS One," setiap orang memiliki DRD4. Tetapi semakin banyak yang dimiliki, semakin rentan orang tersebut untuk tertarik pada hal-hal yang mungkin tidak seharusnya dilakukan, termasuk selingkuh.
Hal ini karena gen ini membuat seseorang ingin merasakan 'sensasi' saat melakukannya. Orang yang memiliki gen DRD4 tertentu ini membutuhkan kesenangan yang lebih dari rata-rata orang.
"Orang dengan gen DRD4 membutuhkan lebih banyak rangsangan untuk merasa senang," kata Garcia.(*)