"Oh jadi benar valid ya (Tato Syahnaz Sadiqah),” balas Denny Sumargo.
"Iya itu wajah Syahnaz kok,” kata Rendy Kjaernett.
Rendy Kjaernett tak menutupi jika memiliki masa kelam dan menganggap Syahnaz sebagai teman curhat yang lebih baik dari Lady Nayoan.
“Ya, jadi gimana lagi ya gitu. Lo lagi punya masa kelam yang tahu itu cuma lo sama dia terus ketemu tuh sama orang seperti dia dan akhirnya nyambung. Permasalahan itu yang ada di kepala gue sudah cukup lamalah, jadi kebayanglah relief-nya kayak gimana gitu," ungkap Rendy.
"Dan lo pasti juga bisa bayangin gue cuma bisa buat numpahin masalah Cuma sama nih orang Syahnaz karena gue jarang numpahin masalah ke istri guej. Otomatis dong lo ada perasaan dong. Iya jadi ngerasa begitu nyaman, segala macem,"bebernya.
“Ibaratnya itu lo lagi drag race dan itu lintasan lurus dan saat lo sadar sudah di kecepatan berapa gitu, berapa km lagi ada juga tembok penghalang. Dan mau juga untuk tarik rem tangan dan nanti mobilnya enggak stabil, lo biarin mobil lo nabrak dan tembok itu datang lebih dulu," sambungnya.
Tak hanya sebagai teman curhat, Rendy Kjaernett bahkan merasa lebih nyaman dengan Syahnaz karena ia sudah menganggap wanita tersebut bagai obat penawar rindu.
“Lo itu sakit juga, padahal lo sakit dan obat, ya cuma dia itu ibarat obat bagai gue,” ujar Rendy.(*)