Selebtek.suara.com – Film terbaru dari Studio Ghibli, The Boy and the Heron tayang perdana di bioskop Jepang pada 14 Juli 2023. Film ini dikabarkan sebagai film terakhir sang sutradara, Hayao Miyazaki.
The Boy and the Heron terinspirasi dari novel “How Do You Live?” karya Genzaburo Yoshino yang dirilis tahun 1937.
Awalnya, film ini dikabarkan akan memiliki judul yang sama dari novel inspirasinya, namun GKIDS akhirnya mengumumkan judul final dari film ini, The Boy and the Heron.
Film ini memiliki latar belakang di Tokyo saat Perang Pasifik tahun 1943. Menceritakan kisah Mahito dan ayahnya yang harus mengungsi ke rumah saudara ibunya. Mahito sempat diganggu oleh seekor bangau yang dapat berbicara.
Ia mengatakan bahwa jika Mahito pergi ke dekat rumah besar yang terbengkalai, maka dia akan bisa kembali bertemu dengan ibunya meski hanya sekali.
Berbeda dari film yang diproduksi Studio Ghibli sebelumnya, The Boy and the Heron ternyata tidak melakukan promosi apapun. Bahkan, mereka juga tidak merilis trailer resmi.
Meskipun begitu, dikabarkan jika studio Ghibli meraup keuntungan hingga miliaran rupiah melalui film dengan judul Jepang Kimitachi wa do ikiru ka ini. Kok bisa?
Menurut sebuah artikel hipotetikal yang diunggah ulang oleh akun Instagram @ussfeds, sebuah film berkemungkinan sukses tanpa adanya promosi dengan beberapa syarat.
Punya brand yang kuat, filmnya memiliki gaya yang unik, memiliki komunitas yang loyal dan sudah lama tidak merilis film.
Baca Juga: Manchester United Jadi Korban Lemparan Jauh Ala Pratama Arhan
Keempat syarat tersebut ternyata sudah dimiliki oleh studio Ghibli. Seperti diketahui, selama 10 tahun terakhir, Hayao Miyazaki belum merilis film panjang. Tak heran, jika The Boy and the Heron ini dinantikan oleh para penggemar.
Menurut sumber yang sama, di minggu pertama penayangannya, film ini sudah mendapatkan keuntungan sebesar 13,2 Juta USD. Hingga kini, profit yang didapat Studio Ghibli dari film terbarunya ini diperkirakan mencapai Rp 391 miliar.(*)