Selebtek.suara.com - Putri Pinkan Mambo, MA mengaku bahwa dirinya hanya bersekolah hingga lulus Sekolah Dasar (SD).
MA rupanya tidak pernah mengikuti homeschooling seperti yang selalu diakuinya.
Gadis 17 tahun ini menyebut kasus pelecehan seksual yang diterimanya dari ayah tiri, Steve Wantania, menjadi penyebab Pinkan Mambo tidak lagi menyekolahkan dirinya.
“Aku udah keluar dari sekolah semenjak 6 SD, selesai SD tuh aku udah enggak sekolah. Tapi setahu aku sebab adanya masalah ini, jadi aku nggak sekolah, gitu,” kata MA, dikutip dari podcast Close The Door bersama Deddy Corbuzier pada MInggu (6/8/2023).
MA beralasan dirinya berbohong demi menghargai dan menjaga nama baik ibunya. Apalagi Pinkan Mambo selalu membanggakan sekolah putrinya ke publik.
Namun, setelah MA memilih tinggal dengan ayah kandungnya, Sandy Sanjaya, harapan untuk melanjutkan sekolah pun kembali muncul.
Pasca membantu MA melarikan diri dari rumah Pinkan, dan menjebloskan Steve Wantania ke penjara, kini Sandy Sanjaya berniat untuk menyekolahkan kembali sang putri demi meraih masa depan.
Karena itu, MA dan Sandy Sanjaya berupaya untuk mengambil dokumen-dokumen yang dibutuhkan.
"Ayah dan aku lagi usahain banget untuk ambil semuanya dari mami. Jadi dia bisa taruh aku di sekolah yang beneran," ungkap MA.
Baca Juga: 5 Tanda Self Gaslighting yang Jarang Disadari, Jangan Selalu Menyalahkan Diri Sendiri!
MA mengaku dirinya masih ingin sekolah. Ia pun berencana mengambil program Kejar Paket B dan C untuk mengejar ketertinggalan. Namun rencana itu terhambat karena Pinkan menahan semua dokumen MA.
"Papa bilangnya untuk kejar waktu, ambil Paket," kata MA.
"Tapi karena mami tahan itu semua, jadi nggak bisa," lanjutnya.
Ayah kandung MA juga menyarankan agar putrinya terjun ke dunia bisnia. Namun MA mengaku lebih tertarik ke dunia entertainment lantaran tak dibatasi oleh latar belakang pendidikan.
"Papa menyarankan aku untuk mendalami dunia entrepreneur. Tapi aku lebih melihat ke mami, di bidang entertainment, karena pekerjaan itu tidak dibatasi pendidikan tertentu," kata MA.(*)