Selebtek.suara.com - Baru-baru ini Marshanda mengungkap bahwa dirinya sempat mau kehilangan akal gegara orang yang dicintainya yakni papa sangat berubah.
Padahal selama ini Marshanda sangat mengagumi papanya. 8 tahun menanti untuk komunikasi layaknya ayah dan anak.
Tetapi Marshanda mendapat shock terapy tak terduga hingga ia hampir saja kehilangan akal.
Untungnya wanita yang akrab dipanggil Caca ini ditolong oleh sahabat masa kecilnya.
"Jadi gue lost contact sama bokap dari umur 7 tahun, terus dia hilang," ungkap Caca dikutip dari YouTube Daniel Mananta Network pada, Rabu (9/8/2023).
Caca akhirnya bisa bertemu lagi dengan ayahnya yang dimulai dari komunikasi via hp, tapi berujung petaka.
"Ketemu lagi tuh gue umur 15, jadi kita lost contact 8 tahun," ucap Caca.
"Tiba-tiba asisten gue: 'Ca mbak dapat nomor papa, dia tau aku mencari papaku', selama itu aku kangen padanya," imbuhnya.
Namanya anak ketika tau kini bisa komunikasi dengan papa yang menghilang selama 8 tahun umumnya kaget sekaligus senang.
"Aku langsung: 'Oh My God'. Gue langsung naik genteng ke rumah," ujarnya.
Salah satu area genteng tersebut menjadi tempat suci atau favorit Caca.
"Karena di tempat suciku itu di rumah genteng, rumah gue yang kayak gini bentuknya (Caca memperagakan bentuk segitiga)," sambungnya.
Karena tidak sabar ingin segera lepas kangen dan ngobrol sana-sini, dia langsung duduk di area tempat favoritnya, lalu menelpon ayahnya.
"Gue langsung duduk di situ pegang hp, dulu jaman SMP tuh.Aku menelepon nomor itu, terus bokap gue yang angkat," kata Caca.
Disitulah segala ekspektasi tentang sosok papa sejati langsung hancur berkeping-keping.
"Dan kamu tahu apa yang terjadi? Waktu itu dia mengucapkan semua hal yang sangat kejam, bikin gue shock," ucap Caca.
"Yang sangat berlawanan dengan sosok yang gue harapkan," ujarnya.
"Seorang ayah tuh harusnya gini, gini, gini (tangan Caca ke atas) tapi semua yang diucapkan itu gini, gini, gini (tangan Caca ke bawah)," paparnya.
Alhasil Caca auto gemetaran, nangis sejadi-jadinya, sampai mau hilang akal.
"Dan itu bikin gue nangis gemeteran di atas genteng," ungkapnya.
"Gue bilang: 'Ya Allah tolong saya saat ini. Kalau sekarang nggak ada yang menolong saya. Aku bisa kehilangan akal'," tuturnya.
Seketika itu juga ia dibantu teman terpercaya. Pandangan Caca tentang papanya auto berubah.
"Jadi ketika itu aku menelepon sahabat masa kecilku yang lama udah contact," kata Caca.
"Dia bilang gini: 'Ca apapun yang papa bilang di telepon tadi, sekarang fokus aja dengan rasa syukur karena papa masih hidup'," ujar Caca.
"Dia masih hidup, dia nggak cacat, dia masih bisa jalan, bersyukur aja soal itu. Lalu hari itu langsung berubah," pungkasnya.(*)